Mengapa Apple Luncurkan 2 iPhone Sekaligus dalam Setahun?

Sejak Apple memperkenalkan iPhone generasi pertamanya pada 2007 silam, mereka telah berpegang teguh pada “Rumus Standar Steve Jobs”. Rumus tersebut yakni memperkenalkan satu model terbaru pada tahun berikutnya, diskon versi sebelumnya, dan matikan perangkat yang berusia lebih dari dua tahun.
Tahun ini menjadi tahun yang cukup mengejutkan. Bukan hanya satu perangkat, tetapi Apple memutuskan untuk memperkenalkan dua model iPhone generasi terbarunya, iPhone 5C dan iPhone 5S. Mereka juga berencana untuk tidak melanjutkan iPhone 5. Namun anehnya, tetap mempertahankan 4S dengan sistem kontrak operator dua tahun secara gratis.
“Di masa lalu, ketika kita mengumumkan iPhone baru, kami telah menurunkan harga iPhone (versi sebelumnya) yang saat ini membuatkan lebih mudah dijangkau oleh banyak orang. Namun tahun ini, kita tidak melakukan itu,” kata CEO Apple, Tim Cook saat pidatonya mengenalkan iPhone baru pada selasa lalu, dilansir Mashable.
Tampaknya Cook merasa kecewa dengan penjualan iPhone 5 yang tidak mampu bersaing dengan Samsung Galaxy S4. Bahkan Ia memutuskan, “Bisnis ini telah menjadi begitu besar bahwa tahun ini kita akan mengganti iPhone. Dan kami akan menggantinya dengan tidak satu perangkat, namun dua desain terbaru,” tegasnya.
Sudah banyak rumor yang beredar sebelum peluncuran tersebut, Apple akan memperkenalkan model 5C dengan berbiaya produksi rendah, selain memperbarui generasi terbaru dari iPhone 5. Namun, keputusan untuk “membunuh” iPhone 5 merupakan keputusan yang cukup mengejutkan, meskipun Apple pernah melakukannya terhadap perangkat iPad pada tahun lalu.
Hal itu menimbulkan pertanyaan yang jelas, Apakah yang dilakukan Apple ini dengan memperkenalkan dua iPhone terbaru serta membunuh iPhone 5 akan mendatangkan keuntungan di masa depan? Jawaban singkatnya, Apple mungkin dapat meraih perhatian konsumen lebih luas karena membuat terobosan terbaru dengan memperkenalkan iPhone 5C yang lebih warna-warni.

Bila dilihat dari segi harga, banyak analis merasa skeptis, iPhone 5C bakal sukses di pasaran. Pasalnya, walaupun iPhone 5C dibanderol sekitar US$ 733 atau US$ 100 lebih murah dari iPhone 5, harga itu masih lebih mahal ketimbang smartphone high-end merek lain. Terlebih, iPhone 5C akan difokuskan untuk pasar Cina yang mayoritas penduduknya tidak terbiasa membayar smartphone high-end lebih dari US$ 500. Kendati demikian, Apple membuat strategi bisnis baru dengan menawarkan sistem kontrak operator selama dua tahun dengan harga awal hanya sekitar US$ 99 untuk iPhone 5C dan US$ 199 untuk iPhone 5S.
“Kami akan senang bila melihat sesuatu yang lebih rendah lagi. Namun itu akan membantu. Ini akan mendapatkan beberapa pangsa pasar tambahan. Yang jadi pertanyaannya adalah, apakah hanya itu sudah cukup?” kata Van Baker L, direktur riset di perusahaan periset teknologi, Gartner.











