Microsoft Menangkan Kasus Paten dari Gugatan Motorola

Microsoft mengatakan pada Rabu kemarin, juri pada sidang kedua di pengadilan federal Seatle, Amerika Serikat memutuskan telah mendukung mereka dari gugatan yang diajukan Motorola. Gugatan itu mengacu pada beberapa paten Motorola yang terdapat di produk Microsoft.
Dewan juri sepakat, Motorola yang saat ini dimiliki Google telah melanggar perjanjian paten yang seharusnya telah menjadi standar penting industri dan mesti dilisensikan kepada perusahaan lain dengan cara adil, wajar, dan tidak diskriminatif. “Ini merupakan kemenangan penting bagi semua orang yang ingn produknya lebih terjangkau dan bekerja sama dengan baik,” kata Microsoft dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
Gugatan Motorola ini malah berujung kekalahan. Pasalnya, klaim yang diajukan Microsoft lebih kuat dari yang diajukan Motorola perihal paten. Itu menyangkut lisensi jaringan nirkabel dan video yang selama ini disematkan ke konsol Xbox dan Windows merupakan milik Motorola. Padahal, itu menjadi standar penting yang tidak semestinya perkerakan dalam persidangan.

Akhirnya juri memutuskan, Motorola harus membayar denda US$ 14 juta terkait dampak kerugian yang ditimbulkannya ke Microsoft. Itu terdiri dari US$ 11 juta untuk biaya relokasi gudang di Jerman karena ada paten Microsoft tertentu yang dibawa Motorola ke negara itu dan US$ 3 juta untuk biaya hukum dalam menangani perang paten ini.
Juru bicara Motorola, William Mosa mengindikasikan akan mencoba untuk melakukan banding di kemudian hari. “Kami kecewa dengan hasil ini, tapi kami berharap untuk mengajukan banding atas masalah hukum baru yang diajukan dalam kasus ini. Sementara itu, kami akan fokus membangun produk hebat yang disukai orang,” kata Moss.
Sekedar catatan, Microsoft telah terkunci dalam pertempuran paten dengan Google. Itu menyoal setiap pembuat smartphone yang hendak menggunakan sistem operasi Android, termasuk Samsung dan HTC mesti membayar biaya lisensi paten ke Microsoft. Sebab, ada beberapa paten Microsoft yang tetap hadir di platform Android. Malang bagi Motorola maupun Google.













