Nokia Menjadi Vendor Terbesar Ke-4 di India

Pelan namun pasti, Nokia mulai merangkak naik untuk mencapai posisi puncak sebagai vendor ponsel global. Singgasana raja yang pernah disandangnya beberapa tahun silam mungkin bisa diraihnya, meskipun perlahan. Menurut survey yang dihimpun International Data Corporation (IDC), di India, Nokia telah berhasil mencapai posisi 4 sebagai vendor ponsel terbesar di negara tersebut.
Mencapai posisi 4 besar menjadi salah satu prestasi tersendiri setelah Nokia pernah terlempar dari top five karena terdepak oleh kebesaran vendor raksasa seperti Samsung dan Apple. Di India sendiri, Samsung juga meraih posisi pertama sedangkan posisi kedua dan ketiga diraih vendor lokal Micromax dan Karbonn. Di belakang Nokia yang meraih market share sebesar 5%, ada Sony yang juga memiliki market share yang sama dengan Nokia.

India sendiri merupakan market feature phone terbesar di ApeJ dan pasar terbesar kedua untuk smartphone dengan pertumbuhan YoY sebesar 21% dan pertumbuhan 4% untuk antar kuartal (QoQ) untuk total ponsel, dengan market share feature phone berkembang dan membuat total market sebesar 85% di tahun 2013. Meskipun Samsung dan Nokia masih mendominasi pasar India, namun market share mereka secara pasti mengalami penurunan terutama dipicu karena kompetisi ketat dari vendor-vendor lokal.
Usaha Nokia selama beberapa waktu belakangan ini memang cukup membuahkan hasil. Gencarnya promosi jajaran smartphone Lumia yang dijalankan dengan Windows Phone memang cukup diterima pasar, bahkan saat ini Nokia berhasil menjadi vendor nomor satu untuk piranti yang dijalankan dengan OS Windows Phone secara global. Nokia Lumia 520 adalah salah satu seri Windows Phone yang paling populer di pasar India, seperti juga di negara berkembang lainnya. Kepopuleran Lumia 520 sendiri dipastikan disebabkan karena harganya yang sangat terjangkau dibandingkan dengan fitur yang dimilikinya.
Dari data yang dihimpun IDC menunjukkan bahwa sebanyak total 9.3 juta piranti dikapalkan di kuartal kedua 2013, dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu dengan jumlah 3.5 juta unit. Data tersebut menunjukkan bahwa pengapalan smartphone tumbuh lebih dari 50% untuk perhitungan year-to-year. Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan akan phablet yang memiliki layar lebih lebar membuat market sharenya tumbuh hingga mencapai 30% di Q2 tahun 2013. 
Dalam keterangan IDC disebutkan bahwa dengan keputusan Nokia untuk melakukan discontinue untuk piranti yang dijalankan dengan Symbian, maka seluruh fokus dipindahkan ke jajaran smartphone Lumia. Peluncuran Lumia 520 baru-baru ini juga membantu Nokia mengambil volume pasar low end. Iklan dan marketing yang didedikasikan untuk mendorong positioning ponsel Lumia sebagai penggantian yang lebih cepat dan lebih bagus dibanding merek lain telah sukses. Nampaknya masa depan akan cerah bagi Nokia karena piranti Lumia telah mengembalikan kepopuleran Nokia yang juga akan meluncurkan phablet terbarunya beberapa waktu mendatang.













