Pengembang Aplikasi Camera 360 Dapat Investasi US$ 18 Juta

Salah satu aplikasi fotografi terpopuler di iOS dan Android, Camera 360 mengumumkan telah memperoleh investasi sebesar US$ 18 juta dalam bentuk Series B Financing dari piak ketiga. Dana itu memungkinkan pengembang aplikasi tersebut memperoleh bantuan untuk mengembangkan berbagai produk baru.
“Ini babak baru yang akan membantu mendukung pengembangan produk baru perusahaan dan untuk memperluas kemampuan tim manajemen. Ini memungkinkan kita untuk membangun kompetisi inti kami di kamera ponsel dan layanan manajemen cloud,” kata Xu Hao, CEO Camera360 dalam sebuah siaran pers yang diterima JagatReview.com.
Selain itu, pihaknya juga mengatakan, tetap akan mendapat dukungan dari pemodal yang sudah ada, seperti Gobi Partners dan Matrix Mitra. Babak baru investasi ini juga dipimpin oleh Susquehanna International Group (SIG) China.
Hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi Camera 360 telah mencapai 150 juta lebih. Angka itu meningkat hingga 50 juta pengguna dalam waktu empat bulan saja. Maka dari itu, banyak investor yang mulai tertarik untuk berinvestasi di startup yang mereka percayai dapat sukses di kemudian hari.

Berdasarkan data yang dirilis Tencent Mobile Internet Design Center pada pertengahan tahun ini, aplikasi camera 360 sedang menikmati pangsa pasar yang cukup besar di antara aplikasi fotografi pihak ketiga lainnya. Dari sekian banyak aplikasi yang beredar, Camera 360 juga memiliki persaingan ketat dengan Instagram. Beberapa fitur edit foto andalan yang ada di aplikasi yang cukup populer di kalangan remaja wanita ini di antaranya, Effect mode, Scenery Mode, Funy Mode, Tit-Shift Mode, dan Color-Shift Mode. Selain itu, pihaknya juga menawarkan layanan cloud dan berbagi foto ke Facebook, Twitter, dan Flickr.















