Terjepitnya Penerbit Buku Cetak di Era Digital

Author
Ozal
Reading time:
October 26, 2013
penerbit

Penerbit buku konvensional perlu mengenal pembaca mereka dan mencari tahu apa yang mereka inginkan jika tak ingin tersingkirkan dari era kepenerbitan e-book yang saat ini dikuasai oleh Amazon dan ritel e-book lainnya. Seperti diketahui, keberadaan buku digital atau e-book kian digemari ketimbang buku konvensional berbahan kertas. Pengguna hanya perlu membawa sebuah tablet atau laptop, maka ratusan buku sudah bisa dibawanya ke mana-mana.

Saat ini, pembaca pun semakin banyak yang memesan buku digital melalui online atau mengunduhnya di beberapa website penyedia e-book. Selain harganya yang mungkin lebih terjangkau, faktor mobilitas lah yang membuat pembaca tak mesti pergi ke toko buku. Selain itu, rekomendasi dari rekan mereka di forum online dengan menyebarkan link buku digital juga turut membantu era ini dan makin menyingkirkan era buku cetak.

Ini menjadi ironi bagi mereka yang bergelut di penerbitan buku cetak. Padahal, setengah dekade yang lalu, mereka masih memegang kekuasaan dalam membuat pilihan bagi pembacanya untuk membeli. Mulai dari promosi di toko buku hingga membuat ulasan di beberapa media cetak. Yang terjadi saat ini adalah mereka menghadapi tantangan untuk membangun kembali hubungan dengan pembaca yang saat ini telah dikuasai oleh Amazon.

“Dengan pergeseran ke digital, penerbit dihadapkan dengan cara yang sangat baru dalam menangani konten dan cerita. Industri penerbitan perlu belajar soal ini jika ingin bertahan hidup,” kata Sebastian Posth, kepala eksekutif di Publishing Data Network yang berbasis di Berlin Jerman, seperti dilansir dari Reuters.

Ada dua nama besar yang menguasai pasar buku digital saat ini, yakni Amazon dan Apple. Pada pasar Amerika Serikat saja, Amazon yang didukung perangkat tablet Kindle-nya menguasai pangsa pasar sebesar 65 persen. Sementara Apple yang mengintegrasikan buku digital ke dalam iTunes, menguasai pangsa AS sebesar 20 persen.

Permintaan buku digital ini disokong oleh maraknya konsumen AS yang membeli buku termasuk novel digital sebanyak 44 persen pada tahun lalu atau meningkat lima persen dari 2011. Bahkan menurut prediksi Forrester Research, pasar e-book pada 2017 mendatang untuk kawasan Eropa saja akan bernilai US$ 19 miliar.

Salah satu langkah yang dilakukan penerbit buku konvensional ialah berafiliasi dengan website pengulas buku yang sering dijadikan tempat berdikusi buku, seperti Goodreads. Website yang kini dimiliki oleh Amazon itu telah memiliki 20 juta anggota dan memiliki akses untuk mengetahui informasi pribadi anggotanya, kebiasaan membaca mereka, penulis favorit, dan ulasan buku. Ini yang kemudian bisa dimanfaatkan penerbit untuk mengetahui apa yang dimau pembacanya. Itu bila penerbit ingin mempertahankan bisnisnya di buku cetak konvensional ketimbang harus migrasi dengan mencetak ke versi digital atau e-book.

“Website tersebut memberikan penerbit kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas yang biasanya dalam lingkup nasional,” kata seorang konsultan penerbitan AS yang juga menjadi CEO di The Idea Logical Company, Mike Shatzkin.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 24, 2026 - 0

GTA 6 Kunci 5 Toko Dalam Game Dibalik Ultimate Edition

Rockstar mengkonfirmasi adanya lima toko eksklusif di mode single player…
June 24, 2026 - 0

Rockstar Resmi Umumkan Harga GTA 6 Edisi Standard & Ultimate

Rockstar Games akhirnya umumkan secara resmi harga GTA 6 menjelang…
June 24, 2026 - 0

Stop Killing Games Tak Menyerah Setelah Ditolak Parlemen Uni Eropa

Meski Komisi Eropa menolak aturan baru untuk menjaga game tetap…
June 24, 2026 - 0

Nintendo Switch Online Naik Harga di Jepang untuk Pertama Kalinya Sejak 2017

Nintendo Switch Online resmi naik harga di Jepang mulai 1…