Hacker Indonesia Retas Ratusan Website Australia

Author
Ozal
Reading time:
November 11, 2013

Sekelompok hacker yang mengatasnamakan diri mereka Peretas Indonesia telah meretas 170 website di Australia. Mereka mengganti tampilan halaman website yang diretasnya itu dengan tulisan berbahasa Indonesia dan Inggris serta elemen yang berhubungan dengan Indonesia.

Ausie

Serangan siber itu disinyalir setelah adanya tuduhan, pemerintah Australia bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk melakukan penyadapan dan mata-mata terhadap pemerintah Indonesia. Tunduhan itu pun muncul setelah mantan karyawan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS, Edward Snowden membocorkan laporan terbaru mengenai tindakan mata-mata pemerintah AS.

Sewaktu peretasan berbagai website itu terjadi ketika Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa sedang berada di Australia. Mendengar adanya hal tersebut, Marty pun langsung menyatakan protes keras dan meminta penjelasan resmi terhadap Peretas Indonesia. Meskipun begitu, bila seandainya dugaan penyadapan yang dilakukan Australia bersama AS itu benar, Marty atas nama pemerintah Indonesia turut mengecam tindakan tersebut.

Di halaman website yang disusupi, peretas menulis kalimat dengan tulisan berwarna biru seperti, “Maaf Admin, ini bukan lawakan atau imipian, ini nyata”. Lalu di baris berikutnya yang berwarna merah tertulis, “Katakan kepada pemerintah kalian, hentikan kegiatan mata-mata ilegal terhadap warga Indonesia,” tulis mereka di website brisbanetimberwindows.com.au, seperti dilansir dari BBC.

Selain itu, mereka juga memasang lagu kebangsaan Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki yang dinyayikan ulang dalam versi rock dan ditambahi dengan pidato Presiden RI yang pertama, Soekarno. Terdapat juga gambar kartun berbaju merah dengan membawa tongkat bendera merah putih di bagian paling atas halaman website.

Adapun beberapa domain website yang mereka retas, yakni berakhiran .com.au dan .net.au. Sementara isi konten di dalam website tersebut, seperti jasa binatu, layanan perbaikan ledeng, serta usaha bisnis kecil lainnya yang dijalankan warga Australia. Berbagai website tersebut diduga tidak memiliki hubungan apapun dengan pemerintah Australia.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…

Gaming

August 18, 2026 - 0

Pasokan SSD Diklaim Tak Mampu Penuhi Permintaan Hingga 2030

Gamer tampaknya akan semakin sulit siapkan storage berbasis SSD untuk…
August 18, 2026 - 0

SteamOS Beta Tingkatkan Steam Controller Lama & Perluas Ekosistem Valve

SteamOS 3.8.25 Beta memperbaiki performa sistem, memperluas dukungan handheld, dan…
August 18, 2026 - 0

GPU Entry-Level Diprediksi Akan Hadapi Kelangkaan Pasokan di Akhir 2026

GPU entry-level terancam langka pada paruh kedua 2026, diprediksi akan…
August 17, 2026 - 0

APU PS5 Bekas Bitcoin Mining Disulap Jadi Steam Machine

APU PS5 yang sebelumnya dimodifikasi untuk Bitcoin mining berhasil disulap…