Google Batalkan Rencana Pembuatan Pusat Data di Hong Kong

Author
Patrick
Reading time:
December 12, 2013
Gambar via 9to5Google
Gambar via 9to5Google

Sejak awal tahun ini, rumor tentang Google yang akan membuat pusat data baru di Hong Kong telah ramai beredar. Namun, laporan terbaru memastikan Google telah memutuskan untuk membatalkan rencana proyek besar-besaran di Hong Kong ini. Perusahaan internet ini menyalahkan masalah akuisisi tanah dan bangunan sebagai alasan untuk keputusan pembatalan ini. Belum jelas apakah hal ini terkait dengan hubungan mereka dengan pemerintah China, ataukah karena memang terkait masalah biaya operasi di Hong Kong yang relatif tinggi.

Laporan terakhir tahun 2011 menyebutkan bahwa Google telah membeli 2,7 hektar tanah di kawasan industri Tseung Kwan O di Kowloon yang diharapkan bisa mempekerjakan hingga 25 orang pekerja tetap Google di situ.

Kepada media The Next Web, Google memberikan pernyataan resmi seperti ini:

Walau kami melihat kesempatan dan potensi yang besar di Hong Kong – Kami secara aktif melakukan rekrutment, membuka kantor besar baru, serta bekerja sama dengan Universitas China di Hong Kong untuk berinvestasi untuk para inovator baru, – kami tidak akan melanjutkan proyek ini.

Untuk tetap menjaga pertumbuhan kilat dari pengguna dan penggunaan di kawasan ini, kami butuh memfokuskan diri di lokasi di mana kami bisa membangun dengan skala ekonomi. Sayangnya, ekspansi lahan di Hong Kong masih rendah. Kami akan tetap bekerja dekat dengan pemerintah dalam proses ini, and tetap berinvestasi dan berkembang di Hong Kong

Pusat data baru di Hong Kong ini merupakan bagian dari rencana meningkatkan daya kecepatan hingga 30% di kawasan sekitarnya, dengan menambah pusat data di Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Proyek di Singapura sendiri sudah dimulai tahun 2011 dan telah selesai. Walaupun proyek di Hong Kong ini dihentikan, namun progres dari proyek di Taiwan tidak berdampak sama sekali, mengingat proyek di Taiwan ini hampir selesai.

via China Real Time Report

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…