Pemerintah Ancam Pengguna Alat Penguat Sinyal

Author
Ozal
Reading time:
December 22, 2013

Kondisi lingkungan, jauhnya letak menara BTS hingga buruknya kualitas jaringan operator seluler seringkali membuat sinyal ponsel melemah dn penggunanya pun merasa jengkel. Tak sedikit dari pengguna ponsel tersebut akhirnya memasang repeater atau perangkat penguat sinyal sebagai salah satu solusinya. Namun, hal inilah yang kemudian menimbulkan masalah baru. Perangkat ilegal tersebut ternyata bisa mengganggu fungsi dari jalannya sinyal yang dimiliki oleh para operator lain.

repeater 2

Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI melalui Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) telah mengadakan operasi pengawasan dan penertiban perangkat repeater ilegal bersekala nasional. Dari hasil penyelidikannya tersebut, penggunaan perangkat repeater ilegal telah menimbulkan gangguan jaringan telekomunikasi di sejumlah operator seluler, yakni Telekomsel, XL, Telkom, Indosat, dan Smartfren. Terdapat lima wilayah yang sering mengalami gangguan tersebut, yakni Jabodetabek, Surabaya, Surakarta, Medan, dan Denpasar.

Akhirnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk melarang segala penggunaan repeater oleh masyarakat umum, selain operator seluler itu sendiri. “Repeater dilarang untuk diedarkan secara bebas dan sertifikat yang pernah terbit tidak diperpanjang lagi. Peredaran perangkat tanpa sertifikat adalah tindakan melawan hukum. Penggunaan repeater oleh selain operator tidak diperbolehkan masuk dalam kategori penggunaan frekuensi tanpa izin dan menyebabkan gangguan terhadap jaringan publik yang dapat diancam dengan pidana,” Ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, dalam siaran persnya.

repeater

Pihaknya menjelaskan, ketika repeater dipasang didekat menara BTS salah satu operator maka BTS yang dimiliki operator lainnya akan terganggu. Sebagai contoh, misalnya pelanggan Indosat memasang repeater karena menara BTS operatornya sangat jauh, sementara menara BTS yang berada didekatnya adalah milik smartfren, maka sinyal yang diterima pengguna smartfren akan terganggu, meski menara BTS operator cukup dekat.

Pihaknya secara tegas akan mencopot penggunaan repeater yang terpasang secara ilegal di tiap rumah. Selain itu, pengguna maupun penjual repeater ilegal terancam sanksi pidana penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak Rp 600 juta.

Kendati demikian, Ia menambahkan, dengan adanya rencana penertiban kembali terhadap penggunaan perangkat penguat sinyal tersebut, bukan berarti tidak ada konsekuensi bagi para operator telekomunikasi. “Kecenderungan sebagian masyarakat untuk sering menggunakan perangkat tersebut di antaranya juga adalah karena sering buruknya kualitas layanan telekomunikasi yang sering banyak dikeluhkan sejumlah pengguna layanan telekomunikasi. Oleh karenanya, kepada para operator telekomunikasi juga diperintahkan untuk juga tetap menjaga kualitas layanan telekomunikasi, dengan harapan agar sebagian publik tidak terpacu untuk demikian mudahnya menggunakan perangkat penguat sinyal.” imbuhnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 24, 2026 - 0

Stop Killing Games Tak Menyerah Setelah Ditolak Parlemen Uni Eropa

Meski Komisi Eropa menolak aturan baru untuk menjaga game tetap…
June 24, 2026 - 0

Nintendo Switch Online Naik Harga di Jepang untuk Pertama Kalinya Sejak 2017

Nintendo Switch Online resmi naik harga di Jepang mulai 1…
June 23, 2026 - 0

Rumor: Xbox Project Helix Diklaim Bisa Sentuh Harga $1200

Spekulasi baru akan harga console next-gen Xbox Project Helix kembali…
June 23, 2026 - 0

Steam Machine Umumkan Harga Resmi, Model Termurah di Atas $1000

Kekhawatiran gamer yang menantikan Steam Machine akhirnya terjadi juga, ketika…