Tumpukan Sampah Elektronik akan Setara 11 Piramida Giza

Author
Ozal
Reading time:
December 24, 2013

Kecenderungan konsumen membeli barang elektronik baru, seperti ponsel, TV, dan kulkas, membuat barang lama sejenisnya akan dijual kembali ataupun dibuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah. Sampah elektronik yang sudah tak terpakai akan menjadi masalah besar dan terus berkembang, tanpa adanya solusi yang realistis. Di Amerika Serikat saja pada 2007 silam, dari 3 juta ton sampah elektronik yang ada, hanya 13,6 persen saja yang didaur ulang.

sampa

Berdasarkan data yang dikumpulkan kemitraan PBB dalam sebuah laporan berjudul “Solving the E-Waste Problem” (StEP), pihaknya meramalkan, sampah elektronik dunia akan meningkat sebesar 33 persen menjadi 72 juta ton pada 2017 nanti. Tahun lalu saja, jumlah sampah tersebut telah mencapai 54 juta ton.

Piramida Giza
Piramida Giza

Bila sampah elektronik ditumpukan menjadi satu pada 2017 mendatang, jumlah tersebut setara dengan 11 Piramida Giza di Mesir yang merupakan piramida terbesar di dunia. Atau empat tahun ke depan juga, tumpukan sampah elektronik tersebut akan setara dengan 200 gedung pencakar langit Empire State di New York, Amerika Serikat.

Organisasi StEP Initiative membuat semacam peta digital tentang persebaran sampah elektronik dari 184 negara yang terjadi pada tahun lalu. Hasilnya, Cina dan Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar sampah elektronik dunia. Cina menyumbang 7,3 juta juta ton, sementara AS sebesar 9,4 juta ton sampah elektronik.

Sebenarnya, Cina merupakan negara penghasil sampah barang elektronik terbesar di dunia dengan kapasitas  mencapai 12,2 juta ton pada tahun lalu, diikuti AS sebanyak 11 juta ton. Namun pada kenyataannya, perilaku konsumtif AS terhadap barang elektronik lebih tinggi ketimbang masyarakat Cina dengan perbandingan 6:1.

“Kami percaya bahwa data tersebut akan terus diperbarui, peta digital yang menunjukan volume sampah elektronik ini akan membantu dalah mengarahkan kesadaran yang lebih baik dan membuat kebijakan di tingkat publik dan swasta,”  StEP initiative executive secretary, Ruediger Kuehr, seperti dilansir dari PC World.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…