Operator Seluler AS Tak Tertarik Jual Smartphone Cina?

Author
Ozal
Reading time:
January 15, 2014

Dalam ajang CES 2014 lalu, LG Electronics pamerkan smartphone terbarunya yang menawarkan teknologi layar melengkung, LG G-Flex. Kemudian di waktu bersamaan, Huawei juga meluncurkan smartphone terbarunya, Ascend Mate II yang memiliki daya tahan baterai hingga dua hari pemakaian aktif.

Cina 2

Namun, ada satu perbedaan utama antara vendor Korea Selatan dan Cina tersebut. LG G-Flex akan segera dijual oleh tiga operator seluler AS terbesar, T-Mobile, AT & T, dan Sprint. Sementara Ascend Mate II masih belum memiliki operator seluler AS yang akan menjualnya.

Inilah ironi bagi vendor asal Cina yang ingin masuk ke pasar smartphone terbesar kedua di dunia itu. Pasalnya, kesuksesan penjualan smartphone di AS tergantung bagaimana operator seluler lokal dapat menjual handset yang telah dikontraknya ke masing-masing pelagggan. “Kunci sukses di AS adalah operator seluler,” ungkap Presiden ZTE untuk kawasan AS, Lixin Cheng, dilansir dari Reuters.

Dalam dua tahun terakhir ini, tiga vendor terbesar asal Cina, Huawei, ZTE, dan Lenovo telah mengalihkan fokus dalam negerinya ke pasar smartphone global. Namun hingga kini, hasil penjualan smartphone mereka masih ditopang penuh oleh pasar Cina.

Terdapat stigma negatif saat smartphone Cina mendapatkan kesempatan hadir di gerai operator seluler. Mulai dari kepercayaan brand yang rendah, persepsi kualias handset yang juga rendah, dan bahkan masalah keamanan yang terus menghantui vendor Cina tersebut.

Analis pun berpandangan, butuh waktu bertahun-tahun lamanya agar vendor Cina membuat kemajuan bisnisnya di AS. Saat ini, satu-satunya vendor Asia yang telah berhasil mendatangkan kemajuan itu hanya lah Samsung Electronics dan mampu bersanding dengan raksasa seperti Apple.

Pada kuartal ketiga 2013 lalu, ZTE dan Huawei masing-masing memiliki pangsa pasar sebesar 5,3 persen dan 3 persen di pasar Amerika Serikat. Sementara Apple dan Samsung berada puncak teratas dengan peraihan pangsa sebesar 36,2 persen dan 32,5 persen, menurut data terbaru dari IDC.

“Para pembuat smartphone asal Cina kini telah tumbuh dengan pesat. Namun, ada banyak beban yang berat untuk mereka mendekati Samsung dalam hal status, brand, dan pangsa pasar di Amerika Serikat. Hal itu masih sangat terlalu dini,” ungkap Kevin Restivo, analis senior di IDC.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…

Gaming

August 30, 2026 - 0

NVIDIA RTX 3060 12GB Alami Kenaikan Harga Setelah Kembali Diproduksi

Harga NVIDIA RTX 3060 12GB melonjak hingga hampir US$500 setelah…
August 30, 2026 - 0

Tencent Perlihatkan Teknologi Animasi Karakter Berbasis AI di Gamescom 2026

Tencent pamerkan brand Central Tech di Gamescom 2026, berfokus pada…
August 30, 2026 - 0

Overwatch Rush Beri Spesifikasi Minimum yang Ramah Ponsel Lawas

Menjelang rilisnya, Overwatch Rush umumkan spesifikasi minimum yang ramah dengan…
August 30, 2026 - 0

Zenless Zone Zero 3.2 Hadirkan Specialty Agent Baru & Kostum Gratis

Zenless Zone Zero Version 3.2 datang dengan membawa Specialty Armorer,…