Perusahaan IT AS Bakal Kena “Snowden Effect” di Cina

Author
Ozal
Reading time:
January 26, 2014

Perusahaan IT asal Amerikat Serikat, seperti Qualcomm, IBM, dan Cisco tampaknya harus berpikir ulang bila ingin memfokuskan bisnis perangkat keras mereka di Cina, pasar ekonomi terbesar kedua dunia. Analis menyebut kondisi ini dan di negara lainnya sebagai “Snowden Effect”.

Snowden Effect

Ketiga raksasa itu kini sedang menyelesaikan masalah dugaan monopoli harga yang dituduhkan oleh Pemerintah Cina. Bukan hanya itu saja, mereka juga berupaya keras untuk mengembalikan lagi kepercayaan pemerintah maupun konsumen Cina. Itu terjadi di tengah adanya laporan Edward Snowden bahwa perusahaan teknologi AS telah berada dalam pengawasan pemerintah AS.

“Semua perusahaan IT asal AS sedang berada dalam konfisi ‘bertahan’ di Cina. Mereka semua dicurigai, baik sengaja maupun tanpa disadari, sedang berada dalam pengawasan pemerintah AS dan kegiatan intelejen,” kata Scott Kennedy, direktur Pusat Penelitian Politik dan Bisnis Cina di Indiana University, dilansir dari Reuters.

Hal senada juga diungkapkan oleh Daniel Castro, seorang analis senior dari Information Technology & Innovation Foundation (ITIF). Akibat ulah Badan Keamanan Nasional AS (NSA), kini perusahaan multinasionalnya sendiri tengah menghadapi kerugiaan penjualan hingga milyaran dolar.

Bahkan analis juga memprediksikan, untuk bisnis di layanan cloud-computing saja di suluruh dunia, perusahaan IT AS bakal menderita kerugian sebanyak US$ 35 miliar selama tiga tahun mendatang. “Perusahaan-perusahaan teknologi AS menghadapi risiko pendapatan paling serius di Cina dengan margin yang cukup melebar diikuti oleh Brasil, dan pasar negara berkembang lainnya,” ungkap analis dari Sanford C. Bernstein, Toni Sacconaghi.

Contoh yang paling nyata dari Snowden Effect ini dialami sendiri oleh IBM. Selama kuartal ketiga 2013 lalu, pendapatan hardware IBM di Cina telah mengalami penurunan sebanyak 40 persen. Padahal Desember lalu, IBM baru saja mengumumkan akan memperluas portofolio bisnis layanan cloud-enterprise mereka ke Cina sebagai bagian dari investasinya yang mencapai US$ 1,2 miliar. Pengumuman tersebut datang telah Amazon.com juga berencana meluncurkan layanan cloud computing sendiri di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Snowden Effect 2

Pada Jumat pekan lalu, Presiden AS Barrack Obama menyadari Snowden Effect tersebut. Akhirnya, Ia memutuskan untuk melakukan reformasi di tubuh NSA. Sayangnya, hal tersebut ditanggapi dingin oleh asosiasi industri komputer di AS dan tidak cukup berpengaruh bagi perusahaan teknologinya.

“Pidato presiden merupakan bentuk empati, keadilan, dan kebijaksanaan, namun itu tidak cukup memenuhi kebutuhan dunia nyata kita yang terhubung secara global dan kebebasan berinternet.” kata Ed Black, presiden di Computer & Communications Industry Association, kelompok industri IT di AS yang anggotanya termasuk Google, Microsoft, Facebook, Yahoo, dan perusahan IT AS lainnya yang menjadi target pengawasan NSA.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…