[PR] Tiga Tahun Berturut-turut Data Keuangan Menjadi Incaran Utama Spam
Para pakar keamanan Kaspersky Lab merangkum aktivitas spammer di tahun 2013 sebagai berikut:
- Jumlah spam dalam lalu lintas email pada 2013 adalah sebanyak 69,6%, turun 2,5 poin dibanding tahun 2012
- Jumlah email dengan lampiran berbahaya di tahun 2013 adalah 2,3%, turun 0,2 poin dibanding tahun sebelumnya
- 32,1% serangan phishing menyasar jejaring sosial
- Spam pada 2013 paling banyak berasal dari China (23%) dan Amerika Serikat (18%)
Jakarta, 30 Januari 2014 – Jumlah spam dalam lalu lintas email terus menurun. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah email mengganggu turun 10,7 poin. Sepertinya para pengiklan lebih memilih menggunakan berbagai jenis iklan online resmi yang sekarang banyak ditemui dan menghasilkan respon yang lebih tinggi dibanding spam, serta dengan harga yang lebih murah.
Kriminalisasi spam
Di beberapa kategori spam, iklan komersial secara perlahan digantikan oleh email jahat, misalnya pesan spam yang mengiklankan barang ilegal atau pornografi. Contoh umum dari hal ini bisa dilihat pada kategori Travel dan Pariwisata yang sebelumnya bisa mencapai 5-10% dari total spam. Sekarang iklan-iklan komersial seperti ini semakin jarang ditemui, namun para pakar masih melihat beberapa email berbahaya yang aktif mengeksploitasi tema-tema perjalanan dan hiburan.
Pesan palsu dari vendor antivirus
Para pakar keamanan IT biasa menyarankan pengguna untuk mengupdate solusi antivirus mereka secara rutin, dan ini banyak dimanfaatkan oleh para penjahat cyber di tahun 2013 lalu. Dalam email yang seolah-olah dikirim oleh vendor antivirus ternama seperti Kaspersky Lab, McAfee, ESET, Symantec dan lain-lain, para penjahat cyber mendorong pengguna untuk segera mengupdate sistem mereka menggunakan file yang terlampir di dalam email. Lampiran tersebut ternyata berisi Trojan dari keluarga Zeus/Zbot yang didesain untuk mencuri data sensitif pengguna, terutama informasi keuangan.
Terkait kegiatan spammer di tahun 2013, Darya Gudkova, Head of Content Analysis, Kaspersky Lab, menyatakan, “Dalam tiga tahun berturut-turut penyebaran malware melalui email didominasi oleh program yang berusaha mencuri data rahasia seperti login dan password untuk sistem Internet banking. Namun di saat yang sama, serangan phishing berubah; dari yang sebelumnya menyasar rekening bank kini menyasar jejaring sosial dan email. Hal ini sebagian bisa disebabkan karena akun email saat ini sering memberi akses pula untuk berbagai konten termasuk email itu sendiri, jejaring sosial, pesan instan, penyimpanan awan (cloud storage), dan bahkan terkadang akses untuk kartu kredit.”
![[PR] Tiga Tahun Berturut-turut Data Keuangan Menjadi Incaran Utama Spam 1 Jumlah spam dalam lalu lintas email sepanjang 2013](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2014/01/image0013.jpg)
Email ‘abu-abu’: melewati spam filter
Demi menjangkau pengguna yang lebih banyak, namun takut spam filter akan memblokir pesan yang tidak diinginkan, para pengiklan biasanya menggunakan tipuan. Sebagian email massal dikirim ke pelanggan yang sudah setuju menerima iklan, dan sebagian lagi dikirim ke alamat email orang-orang yang tidak memberi persetujuan menerima email massal tersebut; alamat email diambil dari database yang telah dibeli pengiklan. Jika email massal tersebut diblokir oleh spam filter, pengiklan menghubungi vendor keamanan dan menjelaskan bahwa email massal tersebut adalah email legal. Hal ini ‘dibuktikan’ dengan menunjukkan situs dimana si pengguna telah mendaftar (sign up) dan bisa memutus perjanjian langganan (unsubscribe) kapan saja. Hal ini adalah tantangan baru bagi industri anti-spam dan membuka jalan untuk pengembangan teknologi anti-spam baru berdasarkan reputasi pengirim.
Darimana sumber spam berasal?
Bila dilihat berdasarkan negara, China dan Amerika Serikat menjadi pengirim spam terbanyak di tahun 2013 lalu dengan jumlah spam masing-masing mencapai 22,97% dan 17,63%. Distribusi spam berdasarkan wilayah menempatkan Asia sebagai sumber terbesar spam di tahun 2013 lalu dengan 55,5% dari total spam dunia (naik 5,3 poin dibanding tahun 2012), diikuti oleh Amerika Utara dengan 19% (naik 3,2 poin). Spam dari Eropa Timur berjumlah 13,3%, naik hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu, dan menempati posisi ketiga. Eropa Barat berada di posisi keempat dengan 5,7% dan Amerika Latin di posisi kelima dengan 3,71%.
![[PR] Tiga Tahun Berturut-turut Data Keuangan Menjadi Incaran Utama Spam 2 Komposisi spam berdasarkan wilayah](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2014/01/image0033.jpg)
![[PR] Tiga Tahun Berturut-turut Data Keuangan Menjadi Incaran Utama Spam 3 Komposisi spam berdasarkan negara](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2014/01/image0025.jpg)
Untuk informasi lebih lengkap mengenai spam di tahun 2013, silakan kunjungi securelist.com. Informasi mengenai spam di bulan Desember 2013 bisa dilihat di sini.















