Facebook Diminta Ganti Nama Aplikasi ‘Paper’

Author
Cerira
Reading time:
February 6, 2014

Baru sepekan Facebook mengumumkan aplikasi news reading terbarunya bernama Paper, sambutan positif telah disampaikan berbagai pihak terutama usernya yang merasa mendapatkan manfaat dari aplikasi ini. Namun ternyata kehadirannya juga mendapat tanggapan yang cukup keras dari pihak yang ternyata sudah menggunakan nama Paper terlebih dahulu. Sebuah perusahaan startup bernama FiftyThree ternyata sudah lama menggunakan nama Paper untuk aplikasi besutannya yang cukup populer, dan meminta Facebook untuk menghentikan menggunakan nama yang sama untuk aplikasi barunya tersebut.

paper

CEO FiftyThree, Georg Petschnigg, menyampaikan keberatannya atas nama ‘Paper’ yang digunakan Facebook untuk aplikasi terbarunya tersebut. Perusahaannya diketahui telah terlebih dahulu menggunakan nama tersebut untuk aplikasi yang selama ini dikenal di platform iOS. Dalam blognya Petschnigg menyatakan bahwa mereka sudah menyampaikan ke Facebook tentang kebingungan yang terjadi setelah aplikasi ciptaan mereka diluncurkan, dan meminta maaf karena tidak menghubungi lebih awal. Petschnigg pun meminta Facebook menghentikan menggunakan nama ‘Paper’ dan Facebook seharusnya bisa membangun aplikasi dengan nama merek mereka sendiri.

Paper versi FiftyThree memang berbeda dari versi Facebook. Paper dari FiftyThree merupakan aplikasi yang menggunakan berbagai tool untuk menstimulasi kreatifitas, seperti pensil, pena, dan cat, yang kemudian diubah ke versi digital. Aplikasi ini baru saja tercatat berhasil menciptakan 100 juta halaman dan Apple pun menobatkan Paper sebagai Application of the Year untuk iPad tahun 2012.

Dengan aplikasi yang baru diumumkan, Facebook dinilai menciptakan kebingungan berbasis luas. Aplikasi ini merupakan produk pertama dari Creative Labs, departemen yang dibentuk setelah Facebook mengakuisisi Push Pop Press di tahun 2011, sebuah perusahaan yang memiliki fokus desain untuk publisher iPad yang dipimpin oleh desainer Apple,  Mike Matas. Aplikasi ini akan membuat cerita dari News Feed dan mengorganisirnya ke dalam tema dan kategori minat tertentu. Tim editorial yang berada di belakang Paper juga akan menghadirkan topik terkini dan berita-berita penting yang muncul dalam sehari.

Facebook mengumumkan aplikasi barunya tersebut pada hari Selasa minggu lalu, dan Petschnigg pun baru mengetahui tentang aplikasi tersebut hari itu juga sama seperti orang lain. Petschnigg menceritakan bahwa hari itu inboxnya penuh dengan pertanyaan tentang Paper, mulai pertanyaan dari pelanggan yang bingung, ucapan selamat dari teman-teman yang mengira aplikasinya sudah diakuisisi Facebook, juga investor yang bertanya-tanya kapan mereka melakukan kesepakatan. “Inilah nasib menjadi startup kecil yang berjalan di samping perusahaan raksasa,” ujar Petschnigg.

Memang harus diakui bahwa aplikasi Paper versi Facebook cukup menarik dan memiliki desain yang cantik, bahkan sudah mendapat berbagai review positif dari media seperti Forbes dan The Verge. Aplikasi ini juga merupakan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa raksasa jejaring sosial masih memiliki kemampuan untuk mengejutkan dan menyenangkan usernya serta berinovasi seperti sebuah perusahaan startup. Namun Petschnigg mengatakan bahwa dengan menggunakan nama Paper, Facebook pada dasarnya sudah menginjak perusahaan kecil. Kembali Petschnigg menegaskan bahwa solusi yang paling ideal yang bisa diberikan Facebook adalah mengganti nama. “Tidak masalah seberapa besar perusahaan Anda, namun Anda tidak bisa menggunakan merek dagang yang sudah digunakan perusahaan lain. Saya sangat yakin bahwa perusahaan sebesar Facebook pun bisa bersikap dengan cara yang manusiawi dan melakukan hal yang benar.”

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 16, 2026 - 0

Valve Dikabarkan Siapkan Panel OLED Untuk Steam Frame VR

Valve dikabarkan tengah mengembangkan panel OLED untuk Steam Frame dengan…
October 16, 2026 - 0

ASUS ROG Xbox Ally X20 Resmi Masuk Indonesia

ASUS ROG Xbox Ally X20 resmi hadir di Indonesia dengan…
October 16, 2026 - 0

Sony Rayakan Ultah Ke-30 Gran Turismo Dengan DualSense Limited Edition

Sony mengumumkan DualSense Gran Turismo Limited Edition guna menyambut datangnya…
October 16, 2026 - 0

Xbox Nano Hadirkan Controller Mungil yang Bisa Dikantongi

Xbox hadirkan controller mungil Xbox Nano yang bisa dikantongi dan…