MediaTek Bakal Buka Toko di Markas Qualcomm

Pemasok chip mobile terkemuka asal Taiwan, MediaTek, mengumumkan tengah siap menjajaki bisnisnya dengan kampanye branding global baru di Amerika Serikat yang menjadi basis rival terberatnya di bisnis yang sama, Qualcomm. Ini artinya, MediaTek sudah siap menantang Qualcomm di asar negara maju setelah sebelumnya masih berfokus di pasar negara berkembang.
Sebagai tahap awal, pihaknya berencana mendirikan toko di San Diego, California yang cukup berdekatan dengan kantor pusat Qualcomm. Bukan hanya itu, mulai tahun ini, MediaTek bakal merekrut 150 teknisi serta staf pengembangan bisnis dan pemasaran di Amerika Serikat guna menambahkan tenaga kerjanya menjadi sekitar 300-an pekerja lokal.
“Kami benar-benar merasa bahwa itu merupakan daerah strategis. Banyak mitra teknologi kami duduk di daerah itu dan kami ingin bisa melayani mereka,” kata Wakil Presiden MediaTek di unit pemasaran, Kristin Taylor, seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Chip mobile besutan MediaTek sebenarnya relatif kurang dikenal di luar Asia. Selama satu dekade terakhir ini, chip-nya lebih banyak digunakan oleh hampir semua vendor smartphone Cina dan beberapa di Asia, termasuk Xiaomi, Lenovo, dan LG. Bahkan LG juga telah memproduksi smartphone ber-chip MediaTek yang harganya kurang dari US$ 100.

“Kita perlu mendefinisikan kembali bahwa kita benar-benar berada pada titik yang melayani seluruh dunia dan bukan hanya wilayah-wilayah kecil dari dunia,” ungkap Taylor, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai eksekutif di Qualcomm sebelum akhirnya pindah ke MediaTek pada 2013 lalu.
MediaTek sendiri pertama kali didirikan pada 1997 silam. Awalnya, bisnis chip MediaTek dikhususkan untuk perangkat televisi digital dan perangkat optik, seperti pemutar DVD. Akhirnya, MediaTek memutuskan untuk beralih ke chip ponsel. Selama 2013 lalu saja, pihaknya telah berhasil menjual lebih dari 200 juta chip smartpone di Asia. Kini, MediaTek telah menjadi perusahaan semikonduktor terbesar ke 14 di dunia, menurut perusahaan riset IHS.
“Kurangnya hubungan MediaTek dengan operator seluler AS, mungkin tidak akan menantang Qualcomm di pasar ponsel high-end dengan segera. Namun dalam kategori mid dan low-tier, kemampuan perusahaan Taiwan itu memproduksi chip sangat murah memberikan keunggulan dibanding pemain AS lainnya, seperti Broadcom, Nvidia, dan bahkan Intel,” kata analis Evercore, Patrick Wang.












