Olympus Berencana “Banting Stir” di Korea Selatan?

Author
Ozal
Reading time:
February 15, 2014
To match Interview OLYMPUS/

Olympus telah lama menjadi vendor kamera terkemuka di dunia. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, bisnis inti perusahaan asal Jepang itu tak kunjung membaik akibat gempuran dari beberapa pesaingnya. Malahan, pendapatannya di beberapa negara tertentu ditopang penuh oleh bisnis non-kamera. Atas dasar itu, Olympus kini tengah memperluas diversifikasi portofolionya di bisnis non kamera, khususnya di peralatan medis berbasis optik.

Olympus bertujuan menjadi solusi penyedia lengkap di segmen peralatan medis. Kami berencana meningkatkan pendapatan sebesar 10 persen pada tahun fiskal 2014 yang akan berakhir Maret 2015 dari tahun sebelumnya,” kata Takeshi Tamai, manajer divisi di Olympus medical business division, seperti dilansir dari Korea Times.

Sebagai langkah awal, Olympus bakal memfokuskan peralatan medisnya ketimbang kamera di Korea Selatan. Terdapat tiga produk medis utama yang menjadi andalan Olympus dan sering dipakai di berbagai rumah sakit setempat, yakni Gastrointestinal Endoscopes, Endotherapy Accessories, dan Endosurgery.

Dari ketiganya itu, perangkat Gastrointestinal Endoscopes lah yang paling laku dan menyumbang 70 persen pendapatan tahunan Olympus di Korea Selatan. Sementara perangkat Endotherapy Accessories dan Endosurgery masing-masing hanya menyumbang 20 dan 10 persen saja. Meski demikian, Olympus berharap labanya pada tahun fiskal 2013 ini bakal melampaui 110 miliar won atau setara dengan Rp 1,2 triliun.

Tamai menjelaskan, Olympus kini telah berhasil memangkas ketergantungannya pada bisnis kamera dan beralih ke bisnis peralatan medis yang lebih stabil. Sejauh ini, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah dokter lokal dan mendanai berbagai proyek penelitian dokter. “Olympus memang terlambat dalam bisnis Endosurgery. Kendati demikian, segmen ini memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan sangat menguntungkan. Kami tidak boleh kehilangan pasar ini,” imbuhnya.

Bagi Olympus, paten teknologi kameranya juga dapat diimplementasikan ke sejumlah produk peralatan medis. Sebagai contoh, lanjut Tamai, fungsi pencitraan dan auto-focus di kamera  dapat diterapkan dalam peralatan medis, seperti narrow band imaging (NBI) atau teknologi pendeteksi dini adanya sel-sel kanker dalam saluran pencernaan.

Olympus juga tak sendirian menjalankan bisnis ini. Tamai mengatakan, Sony juga berencana ikut mengembangkan bisnis peralatan medis bersama Olympus. Baginya, Sony memiliki teknologi maju dalam hal pencitraan gambar, sementara keunggulan Olympus terletak pada dukungan lensa, optik, dan medis. Begitu pun juga dengan Samsung Electronics yang mencoba menjajaki bisnis di peralatan MRI/CT, perangkat untuk mengetahui gambaran organ tubuh bagian dalam lebih mendetail melalui proses scan.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…