Review Lenovo Vibe X S960: Bodi Tipis, Kokoh, dan Ringan
Pengujian
Tujuan utama pengujian benchmark adalah untuk mengetahui seberapa baik kinerja hardware yang dimiliki sebuah smartphone atau tablet. Walaupun begitu, hasil benchmark belum tentu menandakan kencang atau tidaknya performa keseluruhan. Hal tersebut bergantung kepada tingkat optimalisasi produsen dari segi software terhadap hardware-nya.
Saat tablet atau smartphone teroptimalisasi dengan benar, seharusnya kinerja berbanding lurus dengan hasil benchmark tersebut. Kami menggunakan beberapa aplikasi benchmark dan sebuah benchmark untuk browser. Aplikasi benchmark yang kami gunakan dapat didownload secara gratis di Google Playstore.
LinPack Benchmark

LinPack merupakan benchmark untuk CPU yang digunakan mengukur seberapa cepat kinerja sebuah perangkat Android. Hasilnya dalam bentuk nilai operasi floating point per detik atau MFLOPS (Million Floating Point Per Second). Semakin tinggi nilainya, semakin baik.
Nenamark 1 dan 2


Nenamark pertama dan kedua merupakan salah satu benchmark yang menguji kinerja OpenGL ES 2.0 sebuah smartphone. Perbedaan kedua benchmark tersebut terdapat pada jumlah penggambaran segitiga, di mana pada Nenamark 2 lebih banyak sehingga hasilnya lebih berat. Benchmark ini menampilkan efek grafis yang akan memaksa GPU (Graphic Processor Unit) bekerja secara maksimal. Semakin tinggi nilai yang didapat, semakin bagus.
Peacekeeper

Peacekeeper merupakan sebuah benchmark gratis yang disediakan oleh Futuremark. Pengujian yang dilakukan sebagian besar adalah untuk menguji sistem dalam bernavigasi, terutama dalam akses HTML5.
Quadrant Standard

Quadrant adalah benchmark untuk CPU, I/O, dan grafis 3D. Versi yang kami gunakan adalah Standard Edition. Aplikasi gratis yang satu ini menghitung nilai dari CPU, I/O, dan GPU dengan menggunakan engine software tersendiri. Semakin tinggi nilai yang dihasilkan benchmark ini, semakin baik.
AnTuTu Benchmark

Aplikasi benchmark yang satu ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan untuk mengukur kekuatan sebuah perangkat Android.AnTuTu Benchmark merupakan sebuah benchmark suite yang menguji User Experience (UX), RAM, CPU, GPU, dan I/O. Semakin tinggi nilai yang dihasilkan, semakin baik.
Kesimpulan
Lenovo mengemas Vibe X menjadi salah satu pilihan menarik untuk smartphone dengan layar 5 inci. Secara benchmark Lenovo Vibe X terlihat mampu memberikan kinerja yang baik. Penggunaan SoC MediaTek MT6589T dengan prosesor quad-core ARM Cortex-A7 1,5GHz dan GPU PowerVR SGX544MP2, lengkap dengan dukungan RAM 2GB mampu menghasilkan performa yang cukup memuaskan.
Untuk melakukan fungsi keseharian ataupun bermain game, Lenovo Vibe X mampu memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Proses pemutaran audio, video, dan sejumlah game berjalan mulus dan tidak lag. Sayangnya pada saat proses perpindahan layar home screen terasa tidak begitu mulus.
Ukuran layar 5 inci dan desain unibody tipis yang unik membuat penampilan smartphone ini terkesan mewah dan premium. Layarnya terasa cukup luas untuk melakukan banyak aktivitas sehari-hari maupun menikmati hiburan di smartphone ini.Selain itu dengan balutan bahan material polycarbonate dan desain tekstur bagian belakang yang kasar, smartphone ini tidak terasa licin saat digenggam, apalagi desainnya sesuai dengan genggaman tangan.
Secara keseluruhan, Lenovo Vibe X mampu memberikan kinerja dan kenyamanan yang diperlukan oleh pengguna smartphone Android. Bagi Anda yang suka berfoto selfie dengan kamera smartphone, Lenovo Vibe X dapat dimasukkan ke daftar pilihan. Vibe X juga cocok bagi Anda yang sedang mencari smartphone dengan layar besar namun memiliki bodi tipis dan ringan, tanpa harus khawatir akan patah. Sayangnya, smartphone ini tidak memiliki slot microSD untuk menambah kapasitas penyimpanan data. Selain itu, harga yang dibanderol Lenovo untuk Vibe X juga dirasa tergolong tinggi untuk smartphone dengan spesifikasi kelas mid-level, yakni sebesar Rp 4.500.000.
Kelebihan
+ Bodi tipis dan ringan
+ Bodi kokoh
+ Kamera depan bagus, 5 MP
+ Layar dilapisi Corning Gorilla Glass 3
+ RAM besar 2GB
Kekurangan
– Harga tergolong tinggi
– Tidak adanya slot microSD
Data Teknis
| Prosesor dan GPU | MediaTek MT6589T dengan prosesor quad-core ARM Cortex-A7 berkecepatan 1,5GHz dan GPU PowerVR SGX544MP2 |
| Format Video | H.263, H.264, WMV, AVI, 3GP, MKVH, MPEG4, MP4 |
| Format Audio | MP3, WAV, eAAC+, AAC, M4A, OGG, FLAC |
| Format Gambar | JPG, BMP, PNG |
| Layar | IPS Capacitive 5 inci dengan resolusi 1080 x 1920 |
| Kamera Utama / Kamera Depan | 13 MP / 5 MP |
| Interface | MicroUSB |
| Koneksi nirkabel | Wi-Fi (802.11 b/g/n), Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot, Bluetooth 4.0 |
| Dimensi dan Bobot | 144 x 74 x 6,9 mm/121 gram |
| Daya Tahan Baterai | 340 Menit |
| Produsen | Lenovo |
| Website | http://www.lenovo.com/id/en/ |
| Harga | Rp. 4.500.000 |













