Ambisi Intel dan Asus Terapkan Dual-OS Terancam Gagal

Author
Ozal
Reading time:
March 15, 2014

Tampaknya, rencana Asus dan Intel menawarkan perangkat dual-OS (Windows dan Android) tak akan berjalan mulus. Tekanan datang dari Microsoft sebagai pemilik Windows dan Google di Android. Ini membuat Asus galau untuk menjual sejumlah perangkat dual-boot mereka ke depannya nanti.

asus

Produsen PC asal Taiwan tersebut, seperti dikutip dari Wall Street Journal, telah menunda rencana menjual notebook hybrid Transformer Book Duet TD300. Padahal rencananya, notebook yang dipamerkan dalam Consumer Electronic Show (CES) pada Januari lalu itu akan dipasarkan pada semester kedua tahun ini.

asus 2

Tak hanya berhenti di situ saja. Bahkan, PC all-in-one Asus Transformer AiO P1801 dan P1802 yang keduanya menerapkan konsep dual-OS dan telah diluncurkan sejak tahun lalu juga akan dihentikan penjualannya.

Menurut laporan tersebut, Microsoft tidak mendukung adanya platform lain yang berjalan bersama dengan OS buatannya. Terlebih, platform Windows telah menguasai hampir 90 persen perangkat PC saat ini, baik notebook dan dekstop saat ini. Hal yang sama, tampaknya juga diterapkan Google. Laporan itupun mengutip dari sebuah memo internal yang diedarkan pihak manajemen Asus ke karyawannya.

Seorang juru bicara Microsoft mengatakan, kebijakan perusahaannya itu tidak akan berubah bagi pembuat PC. “Microsoft akan terus berinvestasi dengan OEM guna mempromosikan pengalaman terbaik OEM dan Microsoft di kelasnya untuk pelanggan kami,” imbuhnya.

Dengan adanya masalah yang dialami Asus terbuat, membuat Intel kesulitan menciptakan era baru PC. Pasalnya, Intel merupakan vendor yang paling bersemangat, mendukung adanya dual-OS di dalam satu perangkat PC. Terlebih dalam ajang CES tersebut, CEO Intel Brian Krzanich telah memamerkan, bagaimana konsep dual-OS bisa berjalan mulus di Transformer Book Duet TD300 yang didukung chip Intel.

Namun, pihak Intel tak akan menyerah. “Intel tetap berkomitmen mendukung rencana pelanggan kami (vendor PC) untuk platform kami dan membantu mereka (vendor PC) ke pasar dengan pengalaman pengguna terbaiknya,” ungkap John Mandeville, humas Intel untuk kawasan Asia.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…