BlackBerry Kembali Menelan Kerugian Besar
Vendor smartphone asal Kanada, BlackBerry, kembali mendapati kerugian yang begitu besar pada kuartal keempat tahun fiskal yang jatuh pada 1 Maret lalu. Kerugian ini disebabkan oleh pihaknya tak mampu menjual banyak smartphone seri BlackBerry 10-nya.

Selama kuartal keempat, BlackBerry mencatatkan kerugian bersih mencapai US$ 423 juta dolar. Begitupun juga pendapatannya yang jatuh cukup dalam sebesar 64 persen, dari US$ 2,7 miliar pada tahun lalu untuk periode yang sama menjadi US$ 976 juta.
Yang cukup menyedihkan, seperti dikutip dari Cnet, laba bersih BlackBerry hanya memperoleh US$ 98 juta atau setara 19 sen Dolar per saham. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding rata-rata perkiraan analis bahwa BlackBerry mampu mencatatkan laba bersih sebesar US$ 1,1 miliar.
Masalah bisnis handset yang dihadapi BlackBerry saat ini ialah, penjualan smartphone seri terbarunya tak jauh lebih baik ketimbang yang versi lawas. Selama kuartal terakhir itu, dari 3,4 juta unit smartphone yang terjual, seri Blackberry 10 hanya menyumbang 1,1 juta unit saja. Sementara sisanya, lari ke smartphone BB 7, seperti seri Bold dan Curve.
Untuk ke depannya nanti, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi baru guna mengimbangi penjualan bisnis handset mahalnnya tengah suram. Itu mencakup di layanan perangkat lunak seperti BBM, fokus hadirkan smartphone BlackBerry 10 murah, dan meraih kembali pelanggan korporatnya.
Chen pun berharap, arus kas positif perusahaan akan terjadi dalam waktu empat kuartal berikutnya dan menuai untung pada tahun fiskal 2016 mendatang. Dirinya pun menegaskan, BlackBerry sudah mampu memotong sejumlah biaya operasionalnya yang terbilang tinggi, seperti pemotongan jumlah pegawai dan menjual beberapa aset propertinya.











