Google Didenda Akibat Langgar Paten SimpleAir

Author
Ozal
Reading time:
March 25, 2014

Raksasa teknologi Google kini telah menghadapi perintah pengadilan di Amerika Serikat agar membayar denda sebesar US$ 85 Juta kepada SimpleAir. Google terbukti telah melanggar sejumlah paten milik SimpleAir di salah satu fitur terpenting di platform Android.

Paten

Dalam kasus pengadilan paten yang ditangani Hakim Distrik AS, Rodney Gilstrap di wilayah timur Texas itu, SimpleAir mengklaim, Google melanggar patennya bernomor 7.035.914. Paten tersebut membahas tentang rincian sistem dan metode komunikasi data yang menghubungkan jaringan komputer secara real-time.

Paten milik SimpleAir tersebut, seperti dikutip dari ZDNet, diimplementasi Google ke dalam teknologi Google Cloud Messaging dan Cloud to Device Messaging. Dalam hal ini ialah layanan push notification Google di smartphone dan tablet Android. Push notification itu berupa pemberitahuan aktivitas terbaru aplikasi, seperti Facebook, Twitter, dan Gmail.

paten

Tuntutan paten ini sendiri sudah lama diperjuangkan SimpleAir sejak 2011 silam. Bukan hanya Google yang menjadi target, melainkan juga Microsoft, Samsung, dan Nokia. Akhirnya pada Januari lalu, juri memutuskan hanya Google yang menyandang predikat sebagai pelanggar paten tersebut.

Awalnya, SimpleAir menuntut kerugian paten terhadap Google sebesar US$ 146 juta. Namun Google bersikeras, nilai klaim paten tersebut tak lebih dari US$ 6 juta. Namun siapa sangka, juri telah memutuskan, Google mesti membayar denda sebesar US$ 85 juta atas pelanggaran paten tersebut.

“Juri memahami bahwa Google mendapat keuntungan luar biasa dari penggunaan penemuan kami yang dilanggar. Kami menghargai keputusan juri dan keadilan mereka dalam mempertimbangkan dan memvalidasi kerusakan besar yang dibuat suatu perusahaan kecil terhadap sebuah perusahaan yang begitu dikenal luas,” ungkap John Payne, penemu paten sekaligus peneliti di SimpleAir.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…

Gaming

April 3, 2026 - 0

Shift Up Resmi Akuisisi Studio Milik Shinji Mikami, Unbound

Kreator Stellar Blade, Shift Up, resmi akuisisi penuh studio Unbound…
April 3, 2026 - 0

ARC Raiders Perbaiki Masalah “Late Spawn” Melalui Update Flashpoint

Setelah sekian lama menjadi keluhan pemain, ARC Raiders akhirnya perbaiki…
April 3, 2026 - 0

Rumor: Steam Deck 2 Diklaim Rilis 2028 Oleh Tech Insider

Valve dikabarkan menargetkan rilis Steam Deck 2 pada 2028, tetapi…
April 2, 2026 - 0

Patent Kontroversial Pokemon Milik Nintendo Ditolak Kantor Patent Amerika

Setelah cukup lama diproses, patent kontroversial Nintendo terkait summon monster…