Kepastian Penjualan Nokia ke Microsoft Tertunda
Kabar terbaru terkait penjualan divisi bisnis smartphone Nokia ke Microsoft muncul beberapa waktu lalu. Nokia dikabarkan terpaksa menunda finalisasi kesepakatan penjualan tersebut karena masih ada beberapa masalah yang menghalangi penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak. Halangan tersebut disebut akan memaksa kedua perusahaan untuk menunda pengumuman kepastian akuisisi divisi bisnis smartphone Nokia ke bulan April mendatang.

Tidak didapatkannya persetujuan dari beberapa negara di Asia terkait penjualan beberapa aset Nokia ke Microsoft menjadi hal utama yang menghambat proses tersebut. Menurut pihak Nokia, mereka telah berhasil mendapatkan persetujuan dari 15 negara di 5 benua, sayangnya, untuk Asia, ada beberapa negara yang masih belum memberikan lampu hijau untuk kesepakatan tersebut. Tidak disebutkan secara jelas negara mana saja yang belum memberikan lampu hijau, namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa salah satu diantara negara-negara tersebut adalah China.
Nokia dan Microsoft tampaknya harus menunggu beberapa waktu lagi sebelum bisa meresmikan kesepakatan penjualan ini. Walaupun begitu, kedua perusahaan tersebut yakin bahwa di bulan April mendatang, kesepakatan tersebut bisa diresmikan.
Microsoft sendiri sejak akhir tahun 2013 lalu telah mengumumkan bahwa mereka akan membeli divisi bisnis smartphone milik Nokia. Pembelian tersebut disertai juga dengan hak penggunaan beberapa paten Nokia yang terkait dengan beberapa fitur unik yang ada di dalam produk-produk perusahaan tersebut. Selain itu, dalam kesepakatan penjualan bernilai sekitar US$ 7 miliar tersebut, Microsoft berhak menggunakan merek dagang “Nokia” dan “Lumia” untuk lini produk yang mereka produksi hingga beberapa tahun mendatang.











