Stephen Elop Ditunjuk Jalankan Bisnis Xbox dan Tablet di Microsoft

Author
Cerira
Reading time:
March 2, 2014

Dalam sebuah bocoran memo internal yang beredar, mantan bos Nokia, Stephen Elop, akan ditunjuk untuk menjalankan sebuah divisi di Microsoft. Divisi yang dikepalainya merupakan divisi yang tengah sibuk akhir-akhir ini, yakni divisi yang menangani game dan piranti termasuk Xbox, Surface, entertainment dan bisnis game.

 Stephen-Elop-Nokia-348x196

Microsoft mengangkat Elop sebagai eksekutif di sana saat perusahaan tersebut mengakuisisi divisi device dan layanan Nokia. Elop sebelumnya adalah salah satu kandidat untuk menjadi CEO di Microsoft menggantikan Steve Ballmer, tetapi akhirnya Satya Nadella-lah yang terpilih. Elop akan menggantikan pejabat sebelumnya, Julie Larson-Green yang akan dipindah pada jabatan yang baru. Dalam bocoran memo yang dilansir dari laman TechCrunch, Larson-Green menyatakan bahwa dia akan mengepalai tim dalam aplikasi ‘My Life & Work’ serta layanan dari grup Microsof dengan jabatan sebagai CEO. Larson-Green sendiri hanya menjabat sekitar 7 bulan sebelum dipindah ke divisi barunya, setelah kepala sebelumnya, Don Mattrick meninggalkan Microsoft untuk berpindah menjadi CEO Zynga tahun lalu. Di bawah pengawasan Larson-Green, Microsoft meluncurkan konsol Xbox One, tablet Surface 2 dan tablet Surface Pro 2, serta Xbox layanan music dan video.

Dan tugas baru Elop nanti adalah mengepalai dan menjalankan divisi Device and Studios Microsoft yang di dalamnya meliputi games dan platform hardware Xbox. Berbeda dengan mantan CEO Microsoft Steve Ballmer yang menganggap bahwa Xbox merupakan usaha yang menguntungkan bagi perusahaan, Elop malah dikabarkan meyakini bahwa brand gaming tersebut harus dihapuskan. Menurut laporan Bloomberg, Elop menginginkan untuk menghapuskan Xbox One, dan menyatakan bahwa Xbox bukan merupakan hal yang penting bagi strategi perusahaan tersebut. Meskipun Xbox 360 dan Xbox One masih terus dipasarkan, namun kabarnya Elop menganggap brand tersebut tidak menguntungkan. Dalam laporan Bloomberg disebutkan bahwa Elop akan mempertimbangkan untuk menjual bisnisnya yang sehat, misal konsol game Xbox tersebut, jika dia memutuskan hal tersebut merupakan sesuatu yang penting bagi strategi perusahaan.

Senada dengan Elop, menurut laporan analis pasar, beberapa divisi entertaiment Microsoft telah merugi milyaran dolar. Namun tetap saja, menghapuskan kategori game secara menyeluruh bukanlah sebuah solusi jangka panjang yang baik karena konsol Xbox One sendiri membuktikan berhasil memiliki 740 juta jam dimainkan sejak diluncurkan di 13 negara pada 22 November lalu serta lebih dari 2,27 juta game Xbox One dan Xbox 360 terjual di bulan Januari tahun lalu.

Sebagai perusahaan yang tengah berusaha memposisikan konsol berkinerja seperti mesin game yang kredibel, melihat pada visinya, Elop mungkin adalah oang terakhir yang akan ditunjuk untuk memimpin divisi tersebut. Namun kita tunggu saja, apakah langkah Elop untuk menghapus brand Xbox demi menyelamatkan milyaran dolar akan dilaksanakan nanti, dan apakah penunjukkan Elop ini merupakan langkah yang positif untuk Microsoft , untuk masa depan Xbox pada khususnya dan masa depan gaming pada umumnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 10, 2026 - 0

Zenless Zone Zero 3.3 Hadirkan Phoenix, Severian & Pertarungan Mech Baru

Zenless Zone Zero Version 3.3 akan hadirkan Agent S-Rank Phoenix…
October 10, 2026 - 0

Microsoft Pastikan Dukungan Gaming Sejak Rilis di RTX Spark

Microsoft menjanjikan ratusan game untuk NVIDIA RTX Spark akan tersedia…
October 10, 2026 - 0

FATAL FURY: City of the Wolves Kolaborasi Dengan Anime Tokyo Revengers

Mikey dan Draken dari anime Tokyo Revengers hadir di FATAL…
October 10, 2026 - 0

AMD Bawa FSR 4 ke APU, Dorong Performa Gaming Laptop & Handheld

AMD memastikan FSR 4 akan hadir di APU, guna meningkatkan…