Microsoft Ditinggal Petinggi Divisi Windows dan Office

Setelah ditinggal beberapa pejabat utamanya selama setahun terakhir ini, Microsoft kembali harus kehilangan salah satu karyawan terbaik dan terloyalnya. Setelah mengabdi selama 25 tahun, Antoine Leblond yang selama ini menjabat sebagai eksekutif divisi Windows and Office di Microsoft akhirnya mengumumkan akan meninggalkan perusahaan tersebut. Dalam emailnya kepada para karyawan, Leblond menjelaskan bahwa dia memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tersebut karena merasa waktunya sudah tepat untuk pergi dan melihat apa yang ditawarkan dunia di luar Microsoft.
Leblond merupakan karyawan lama di perusahaan yang berbasis di Redmond Washington tersebut. Namun tahun lalu Leblond dipindahkan dalam sebuah reorganisasi yang diterapkan di perusahaan tersebut. Leblond menjelaskan bahwa dia sangat senang dengan pengalaman kerjanya selama ini di Microsoft dan merasa beruntung bisa menjadi bagian dari begitu banyak hal hebat yang ada di Microsoft. Meski sangat sedih, Leblond menyatakan bahwa dia juga sangat bersemangat dengan apa yang akan dihadapinya selanjutnya.

Leblond terakhir menjabat sebagai Vice President Microsoft for Windows Web Services dengan wewenang terhadap sejumlah produk Microsoft termasuk toko Windows 8 dan layanan awan setelah sebelumnya bekerja di divisi Office selama 20 tahun. Setelah Steven Sinofsky dipindah dari tim Office ke tim Windows untuk mengerjakan Windows 7, Leblond didapuk memimpin Office 2010, namun dia kemudian mengikuti Sinofsky pindah ke grup Windows.
Microsoft nampaknya memang harus menghadapi situasi di mana para petinggi andalannya mundur sejak reorganisasi yang diterapkan tahun lalu. Tahun lalu dua petinggi Microsoft yang juga sudah mengabdi lama di sana, Jon DeVaan dan Grant George mengundurkan diri, kemudian diikuti pengumuman mundurnya CEO Steve Ballmer hingga kini yang terbaru adalah Antoine Leblond. Menurut prediksi banyak pihak pergantian semacam ini belum akan berakhir.













