Motorola Kembali Ditinggal Petingginya karena Lenovo

Author
Ozal
Reading time:
April 24, 2014

Tampaknya, penjualan bisnis ponsel Motorola ke Lenovo tidak disukai sejumlah petingginya. Pihaknya kembali ditinggal pergi petingginya setelah sebelumnya COO Motorola Dennis Woodside. Kali ini, managing director Motorola untuk kawasan Inggris, Andrew Morley, memutuskan hengkang dari Motorola di saat Motorola telah resmi dimiliki Lenovo.

motorola

Yang cukup mengejutkan ialah, Morley mengakui, 30 menit setelah muncul pemeberitaan di publik bahwa Motorola dijual ke Lenovo pada Januari lalu, langsung timbul niatan di dalam dirinya untuk keluar. Akhirnya pada pertengahan April ini, Morley remi meninggalkan Motorola.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk bergerak. Sangat sulit untuk berkomitmen selama tiga tahun di perusahaan yang sekarang ada di tangan Lenovo,” ungkap Morley yang menjabat bos Motorola Inggris itu pada 2010 silam, seperti dikutip dari The Guardian.
Morley pun merasa dilema bahwa nantinya Motorola di tangan Lenovo tidak akan sebaik saat dipegang Google. “Google adalah majikan yang besar dan banyak orang masih terjebak di Motorola karena Google. Namun sekarang, penyemangat telah pergi,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya percaya Motorola di tangan Lenovo akan menjadi sukses, seperti halnya laptop ThinkPad Lenovo meraih pasar yang begitu baik dan menjadi salah satu vendor PC terbesar di dunia saat ini. Seperti diketahui, Lenovo membeli bisnis PC IBM pada 2005 silam senilai US$ 1,25 miliar.

Morley sendiri telah mengabdi di Motorola selama tujuh tahun. Sebelum menjabat posisi itu, dirinya menjadi wakil presiden Motorola di unit pemasaran internasional. Karir tingkat ‘high-level’ Morley pun bukan hanya di Motorola saja. Kebanyakan posisi yang diembannya ialah ekeskutif di bidang pemasaran. Dirinya pernah menjabat direktur pemasaran di Harrods Group, lalu di BSkyB, dan kemudian di Ford.

Langkah ke depan yang akan dijelaninya nanti ialah mencoba beberapa peluang ke perusahaan lain yang sebesar Google, termasuk vendor smartphone atau merek fashion ternama. Ia berharap bisa menjabat kepala pemasaran di Inggris atau di Eropa lagi. Saat ini, dirinya tengah menyibukan diri selama enam minggu ke depan menjadi pekerja sosial di Watford New Hope Trust, salah satu tempat panti asuhan di Inggris.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

September 3, 2026 - 0

Review Acer Aspire 7 Pro: Kok Bisa Spek Segini Cuma Rp 13 Jutaan?

Hari gini nyari laptop high performance pada mahal semua? Eits…
September 2, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Slim 3i (2026): Kencang? Irit? Uji Perdana Laptop Intel “Wildcat Lake”

Kalian harus tahu kalau selain “Core Ultra Series 3”, Intel…

Gaming

September 4, 2026 - 0

Acer Pamerkan Project DualPlay Mini, Handheld & Laptop Jadi Satu

Acer perkenalkan Project DualPlay Mini, konsep handheld 8 inci yang…
September 3, 2026 - 0

SanDisk Rilis microSD Express Card 1TB Seharga Hampir Switch 2 Baru

SanDisk merilis microSD Express 1TB untuk kebutuhan storage Switch 2…
September 3, 2026 - 0

Razer Prio Sulap Controller Mobile Gaming Jadi Sekecil Kartu Kredit

Razer luncurkan controller mobile Razer Prio berbasis USB-C yang bisa…
September 3, 2026 - 0

Stellar Blade di Switch 2 Gunakan AMD FSR 3.1 Demi Kejar 60 FPS

Stellar Blade di Switch 2 memakai DLSS dan AMD FSR…