Konsep Robot Pembunuh Akan Diperdebatkan di PBB

Author
Ozal
Reading time:
May 13, 2014

Film Terminator dan i-Robot bisa menjadi gambaran umum bahwa robot di masa depan nanti bisa menjadi mesin pembunuh yang cukup ampuh. Kini, kehadiran robot tersebut bukan lagi eksis di cerita sains fiksi saja. Belakangan, negara super power seperti Amerika Serikat dan Israel tengah mengembangkan hal yang “berbahaya” ini. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah yang mesti dikaji serius oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat ini.

robot

Konsep robot pembunuh ini rencananya akan dibahas dalam pertemuan sejumlah pakar PBB di Jenewa pada November mendatang. Pembicaraannya pun sudah masuk dalam tahap konvensi PBB tentang Senjata Konvensional Khusus (CCW). Ini artinya, PBB sudah menanggapi serius keberadaaan konsep robot pembunuh, sebelum nantinya benar-benar dipakai massal.

Robot pembunuh sendiri tak ubahnya seperti tentara militer dengan kemampuan tempur jauh lebih tinggi. Ia dilengkapi sejumlah senjata otomatis hingga bisa membawa bom dan rudal jarak pendek. Robot pun bisa mengunci targetnya secara otomatis tanpa intervensi manusia sedikitpun.

Seperti dikutip dari BBC, dua profesor ahli robot terkemuka, Ronald Arkin dan Noel Sharkey akan berdebat masalah ini terkait keberhasilan dan kebutuhan dari robot pembunuh itu sendiri. Umumnya, sebagian pakar berpandangan, keberadaan robot di dunia militer sendiri, diharapkan bisa meminimalisir jatuhnya korban tentara di medan perang dan mengefisiensikan anggaran militer.

“Saya mendukung moratorium (penundaan) sampai akhirnya dicapai. Namun, saya tidak mendukung pelarangan (keberadaan robot pembunuh) pada saat ini,” kata Arkin yang menambahkan, robot pembunuh kemungkinan lebih mampu mampu menangkap target yang jauh lebih sulit dari manusia biasa.

Meski demikian, tidak semua negara bisa mengembangkan teknologi ini, seperti halnya senjata nuklir. Negara yang memiliki robot pembunuh dipastikan akan jauh lebih superior bila sewaktu-waktu terlibat dalam keadaan perang antar negara. Tentu, tidak semua pihak menginginkan hal ini terjadi.

Di lain pihak, Sharkey memandang, keberadaan robot pembunuh ini akan menjadi ancaman bagi umat manusia. Terlebih, robot semacam itu memiliki fungsi membunuh secara otomatis. Bahkan, hukum pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sekalipun pun jadi akan sulit diberlakukan, bila pelakunya adalah robot. Itu baru robot tempur di lapangan. Belum lagi, seandainya ada robot yang mampu membuat strategi di balik layar, layaknya jenderal atau komandan.

“Sistem senjata otomatis tidak bisa dijamin memenuhi hukum internasional. Sejumlah negara tidak berbicara satu sama lain tentang ini, sehingga memiliki ancaman besar bagi kemanusiaan.” ujar Sharkey yang juga pendiri salah satu kampanye penentang robot pembunuh.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

February 21, 2026 - 0

Studio Game Xbox Tak Kena Restrukturisasi Pasca Pergantian Pimpinan

Pimpinan Xbox menjawab kekhawatiran akan terjadinya PHK di studio game…
February 21, 2026 - 0

Xbox Mendadak Ganti Pimpinan, Phil Spencer Pensiun & Sarah Bond Keluar

Tampuk pimpinan tertinggi Xbox mendadak guncang, dengan pensiunnya CEO &…
February 21, 2026 - 0

Ubisoft Kembangkan 2 Game Far Cry & Beberapa Game Assassin’s Creed Baru

Pimpinan Ubisoft konfirmasi adanya pengembangan 2 game Far Cry baru…
February 21, 2026 - 0

PlayStation 5 Raih Penjualan Hardware Tertinggi di Amerika Per Januari 2026

Persaingan antara console PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 untuk…