Microsoft: Kami Serius, Windows XP Sudah Mati
Walaupun sempat merilis security update untuk membenahi masalah lubang keamanan di Windows XP setelah resmi dihentikannya dukungan untuk sistem operasi tersebut di awal April 2014 lalu, Microsoft menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi melakukan hal serupa. Microsoft tetap memegang teguh keputusan mereka bahwa tanggal 9 April 2014 lalu adalah hari terakhir di mana Windows XP mendapatkan perbaikan untuk berbagai hal melalui Update Tuesday dan, terlepas dari patch dadakan yang hadir beberapa hari lalu, mereka tidak akan lagi merilis update untuk sistem operasi berusia 13 tahun tersebut.

Brandon LeBlanc, salah satu perwakilan Microsoft, melalui post di blog resmi perusahaan tersebut, menyatakan bahwa pihaknya benar-benar serius ketika menyatakan bahwa Windows XP telah mati. Untuk patch yang memperbaiki lubang keamanan yang ditimbulkan oleh Internet Explorer, LeBlanc menyatakan bahwa itu adalah pengecualian karena hal itu ditemukan dalam waktu yang singkat dari penghentian dukungan terhadap sistem operasi tersebut. Setelah “pengecualian” tersebut, pihaknya tidak lagi akan menghadirkan update dalam bentuk apapun karena alasan apapun.
Keputusan Microsoft untuk menghadirkan patch “pengecualian” beberapa waktu yang lalu tampaknya makin mempersulit upaya mereka untuk membujuk pengguna Windows XP untuk beralih ke Windows 7, Windows 8, atau Windows 8.1. Tentu saja, patch tersebut seakan membuka harapan baru bagi pengguna Windows XP untuk tetap mendapatkan dukungan Microsoft setidaknya hingga beberapa waktu ke depan. Namun, menyadari hal tersebut, Microsoft langsung memberikan pernyataan mereka bahwa Windows XP sudah benar-benar mati.
Pihak Microsoft hingga saat ini masih kesulitan untuk membujuk pengguna Windows XP untuk menggunakan sistem operasi penerus sistem operasi legendaris tersebut. Pengguna Windows XP sendiri juga tidak terlalu mempedulikan keputusan Microsoft menghentikan dukungan untuk sistem operasi tersebut. Mereka yang memang memiliki kebutuhan khusus terkait sistem operasi tersebut bahkan terang-terangan menyatakan akan terus menggunakan Windows XP tanpa mempedulikan berbagai ancaman yang ada.












