Asus Pangkas Harga Layanan Cloud Demi Target

Author
Ozal
Reading time:
June 5, 2014

Raksasa pembuat PC terkemuka asal Taiwan, Asus, secara agresif baru saja memangkas harga layanan Cloud premiumnya untuk pasar konsumen. hal Itu dilakukan guna mengejar target 50 juta pelanggan di tahun 2014, sekaligus antisipasi menghadapi gempuran dari raksasa vendor lainnya.

asus

Dalam ajang konferensi pengembang di Taiwan, Asus mengumumkan, pihaknya telah memberikan potongan harga tahunan layanan Cloud konsumen hingga 54 persen dari harga US$ 50 menjadi US$ 23. Bukan hanya itu, pihaknya juga meningkatkan dua kali lipat kapasitas Storage Cloud hingga 100GB untuk harga yang sama.

“Sejauh ini, Asus baru memiliki 30 juta pelanggan Cloud pribadi di seluruh dunia dan menargetkan penignkatan sekitar 20 juta pelanggan pada tahun ini,” ujar Peter Wu, CEO Asus Cloud, seperti dilansir dari The China Post.

Asus pun mengklaim, harga langganan tahunan dari layanan Cloud-nya tersebut adalah yang termurah dari yang ditawarkan para pesaingnya untuk kapasitas Cloud Storage sama. Sebagai perbandingan, biaya langganan tahunan Google Drive sebesar US$ 24, Microsoft OneDrive US$ 50, dan Dropbox US$ 99.

Selain itu, pihaknya juga baru saja meluncurkan layanan Cloud terbaru, yaitu Asus HomeCloud dengan biaya langganan tahunan sebesar US$ 29,99. Layanan tersebut memungkinkan pengguna perangkat mobile dapat mengakses data digital-nya seperti foto, video, dan dokumen yang tersimpan di PC atau server pihak ketiga. Adapun konsep layanan Cloud ini serupa dengan layanan yang baru saja diumumkan Acer beberapa waktu lalu, Acer Bulid Your Own Cloud (ab).

Layanan Cloud sendiri dipercaya bisa menjadi penopang pertumbuhan keuntungan sejumlah raksasa teknologi. Bahkan Periset Forester memprediksikan, pasar Cloud Computing Global bakal bernilai lebih dari US$ 241 miliar atau meningkat dari 2011 silam yang hanya US$ 30,3 miliar. Ketika masa itu terjadi, Jepang akan menjadi pasar terbesar, lalu diikuti Tiongkok. Sementara pemain besar yang menguasai bisnis ini, didominasi oleh Amazon, Google, dan Salesforce.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…