Gigabyte Computex 2014: Rangkaian Produk Overclocking
Siapa menyangka jika segmen overclocking semakin diminati oleh sejumlah kalangan pengguna PC. Salah satunya dapat terlihat dari terus bergulirnya kompetisi overclocking baik ditingkat nasional maupun internasional. Menariknya lagi, kompetisi tersebut tidak hanya diminati kalangan overclocker profesional tetapi juga diminati oleh overclocker pemula yang ingin merasakan bagaimana sengitnya adu kemampuan pada sebuah kompetisi overclocking. Oleh karena itu tidak aneh jika sejumlah produsen komponen PC memberikan perhatian lebih pada segmen overclocking seperti ditunjukkan Gigabyte di ajang Computex 2014.

Gigabyte bukanlah pemain baru di segmen overclocking terutama pada produk motherboard mereka. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bertepatan dengan hadirnya chipset Intel seri 9, Gigabyte menggelontorkan setidaknya tiga produk motherboard Overclocking Series. Lini Overclocking Series terdiri dari Gigabyte Z97X-SOC, Z97X-SOC Force, dan Z97X-SOC Force LN2. Dua model pertama diluncurkan sebelum bergulirnya ajang Computex 2014 dan tipe terakhir baru saja diperkenalkan bertepatan dengan ajang Computex 2014.


Gigabyte Z97X-SOC merupakan model paling ekonomis dari motherboard Overclocking Series dengan chipset Intel seri 9. Akan tetapi siapa menyangka, walaupun memiliki harga jual paling terjangkau, Gigabyte tetap menanamkan feature overclocking terbaik mereka pada motherboard tersebut. Sebut saja hadirnya feature OC Touch untuk melakukan overclocking on the fly dengan menggunakan serangkaian tombol di samping slot memori. Tidak hanya itu, tersedia pula empat slot PCIe x16 untuk mengakomodir konfigurasi multi-GPU AMD Crossfire atau NVIDIA SLI lengkap dengan konektor PCIe 6-pin untuk menjaga kecukupan asupan daya saat menggunakan graphics card lebih dari satu buah. Motherboard ini juga mendukung kecepatan memori hingga 3300 MHz dan tentu saja dapat naik lebih tinggi lagi dengan melakukan overclocking secara manual dan keping memori yang digunakan memiliki kemampuan tersebut. Seluruh feature overclocking tersebut semakin lengkap dengan digunakannya komponen Ultra Durable yang diklaim mampu memberikan daya tahan lebih baik dibandingkan komponen konvensional terlebih pada kondisi ekstrim.

Dari segi penampilan, Gigabyte Z97X-SOC Force memang memiliki kemiripan dengan Z97X-SOC. Akan tetapi jika diperhatikan lebih jauh lagi, terdapat perbedaan jumlah phase power CPU dan juga memori. Untuk model ini, jumlah CPU phase power mengingkat dua kali lipat dari empat menjadi delapan buah. Memori phase power juga ditingkatkan dari dua menjadi tiga buah.

Gigabyte Z97X-SOC Force LN2 dapat dikatakan sebagi turunan dari model Z97X-SOC Force. Walaupun begitu, motherboard tersebut ternyata telah mengalami sejumlah perombakan. Salah satu perombakan tersebut dapat terlihat dari pengurangan jumlah slot memori menjadi dua buah dan peletakan slot memori kini semakin dekat dengan soket prosesor. Jarak lebih dekat dipercaya mampu mempercepat komunikasi antar prosesor dan memori. Walaupun begitu dengan semakin dekatnya slot memori dan soket prosesor membuat motherboard ini tidak memiliki lubang mounting untuk heatsink pada umumnya. Tentu saja hal ini bukan menjadi masalah berarti mengingat Z97X-SOC Force LN2 memang dirancang untuk digunakan dengan sistem pendingin ekstrim seperti liquid nitrogen.

Sejumlah perombakan pada Gigabyte Z97X-SOC Force LN2 memang berbuah manis. Rekor dunia kecepatan memori sebesar 4,5 GHz ditorehkan dengan menggunakan motherboard tersebut oleh overclocker dari Gigabyte, HiCookie.


Selain motherboard Overclocking Series, Gigabyte juga menghadirkan produk bernama G-Powerboard. Produk G-Powerboard merupakan sebuah PCB dengan 24-phase power dimana PCB tersebut digunakan sebagai phase power tambahan untuk graphics card AMD maupun NVIDIA. Seperti kita ketahui, sejumlah model graphics card memiliki phase power dengan jumlah tidak mencukupi terlebih saat akan digunakan pada overclocking ekstrim. Alhasil diperlukan phase power tambahan dengan kemampuan menyuplai daya jauh lebih besar. G-Powerboard sendiri mampu memberikan asupan daya hingga sebesar 3000 Watt pada graphics card. G-Powerboard dilengkapi lima konektor daya PCIe 8-pin untuk memberikan asupan daya tambahan. G-Poweboard dilengkapi G-Powerboard Controller dengan fungsi memberikan informasi dan juga mengatur voltase.


G-Powerboard memang tidak dirancang untuk digunakan oleh pengguna awam. Untuk menggunakannya, G-Powerboard harus dipasangkan ke graphics card dengan cara disolder. Tidak hanya itu, G-Powerboard harus menggunakan logam dengan kemampuan menangani asupan daya besar saat dihubungkan dengan graphics card. G-Powerboard dilengkapi heatsink untuk menjaga temperatur komponen tetap pada batas normal. G-Powerboard kini mendukung Radeon R9 290X dan juga GeForce GTX 780 Ti.
















