Nokia Solution Network Ubah Nama dan Tawarkan Solusi Baru

Seperti yang kita ketahui, Microsoft pada bulan Mei lalu telah selesai mengakuisisi divisi smartphone dari Nokia. Hal tersebut terus nantinya akan berujung kepada penggantian nama ke Microsoft Mobile. Oleh karena itu, saat ini Nokia Solution and Network pun merubah nama mereka kembali menjadi Nokia.
Bisnis dari Nokia saat ini 90%nya merupakan bisnis penyediaan jaringan. Sisanya, bisnis Nokia ada pada HERE (yang saat ini dikenal dengan jasa lokasi) serta riset teknologi (di mana terdapat 600 orang yang masih memiliki pengetahuan mengenai perangkat ponsel dan smartphone di masa lalu). Untuk itu, Nokia saat ini sedang melakukan kerjasama dengan Telkomsel, Hutchison 3, dan Smartfren untuk menyediakan koneksi LTE pada tahun 2015. Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Direktur Nokia Solution Network Indonesia, Darmesh Malhotra pada Hotel Crown Plaza pada tanggal 24 Juni 2014.

Teknologi Nokia pun juga dipakai untuk LTE pada beberapa negara, seperti Korea. Selain itu, Cina juga menggunakan teknologi Nokia untuk menggelar jaringan TDD-LTE. Untuk pasar Indonesia, Darmesh mengharapkan bahwa teknologi mereka dapat digunakan oleh semua operator di Indonesia. Untuk itu mereka akan menyediakan memasukkan sebuah hub yang akan terkoneksi dengan beberapa negara di Asia Pasifik.
Nokia juga saat ini sedang memperkenalkan sebuah teknologi baru yang dinamakan Telco Cloud. Menurut Tomi Varonen, Kepala Core Solutions APAC Nokia, Telco Cloud akan menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh para operator saat ingin membeli sebuah hardware baru. Teknologi yang satu ini pun tengah diuji pada beberapa operator seperti Vodafone. Rencananya, teknologi ini secara komesial akan diterapkan pada tahun 2015.















