Pendapatan Q2 Samsung akan Melemah
Produsen smartphone nomor satu dunia, Samsung Electronics memprediksikan, pendapatannya untuk kuartal kedua (Q2) nanti kemungkinan besar akan melemah. Ini terjadi di tengah kekhawatiran bisnis intinya yaitu smartphone, sedang menghadapi penjualan yang begitu melemah.

Hal ini diutarakan langsung Lee Sang-hoon, kepala keuangan (CFO) Samsung Electronics. Setelah pihaknya mengumumkan hal tersebut, saham Samsung Electronics ditutup turun 1,9 persen pada Rabu pekan ini. Rencananya, Samsung akan melaporkan pedoman pendapatan untuk kuartal keduanya pada awal Juli nanti.
Selama kuartal kedua atau periode April hingga Juli, Samsung diperkirakan akan memperoleh laba sekitar 8,09 triliun won atau setara dengan Rp 81 triliun, menurut laporan yang dikeluarkan Shinhan Investment. Hasil ini jauh lebih kecil dibanding keuntungan Samsung pada kuartal kedua 2013 lalu yang mencapai 9,53 triliun won.
Analis pasar tersebut juga mengatakan, penjualan smartphone high-end andalan terbaru Samsung, Galaxy S5 cukup melemah, meski di awal-awal peluncuran mendapat sambutan pasar yang cukup baik. Ini lantaran China, pasar smartphone terbesar saat ini dan juga pasar utama Samsung, lebih membutuhkan smartphone low-end yang sudah mendukung 3G, terutama dari vendor lokal.
Hal ini sejalan dengan laporan HandsetDetection belum lama ini bahwa pelanggan Samsung masih didominasi oleh smartphone model low-end. Ini berimbas pada margin keuntungan yang didapat Samsung. Dalam laporannya itu juga, perilaku konsumen jauh lebih lambat dalam mengganti perangkat lawasnya ke model yang lebih baru. Mereka masih berkutat dengan segala fitur yang sudah mencukupi di smartphone lawas yang mereka pakai. Bahkan hingga Mei lalu, Samsung Galaxy S3, smartphone yang diluncurkan dua tahun lalu, masih jadi perangkat Android terpopuler.
Sumber: Gadget NDTV














