Review PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X: Gaming Super Kencang dengan Dual Hawaii XT

Reading time:
June 27, 2014

Kesimpulan

PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X memang mengingatkan kami akan produk serupa berbasiskan graphics card generasi sebelumnya, PowerColor Devil 13 HD 7990. Dua model graphics card ini memang memiliki sejumlah kemiripan walaupun berasal dari generasi berbeda. Keduanya merupakan graphics card dual-GPU berbasiskan chip GPU terbaik milik AMD pada generasi tersebut, Tahiti XT dan Hawaii XT. Tidak hanya itu, keduanya juga berbasiskan sistem pendingin tipe air cooling dan telah menggunakan desain PCB non-reference.

powercolor devil 13 dc r9 290x on system

Dengan dua chip GPU Hawaii XT tidak aneh jika PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X akan menjadi incaran kalangan gamer yang menginginkan performa gaming terbaik di sistem mereka. Setting kualitas grafik tertinggi dari sebuah judul game menjadi syarat mutlak untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan yang dimiliki graphics card tersebut. PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X juga siap menangani game saat menggunakan konfigurasi Eyefinity atau menggunakan perangkat display Ultra HD/4K dengan setting kualitas grafik tinggi tanpa harus mengorbankan frame rate sehingga gamer tetap mendapatkan pengalaman bermain game secara maksimal. Setidaknya hal tersebut terlihat saat kami menguji PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X dengan konfigurasi Eyefinity dengan tiga monitor @1920×1080 piksel. Sementara itu saat PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X dihadapkan dengan Radeon R9 295X2 dan Radeon R9 290X 2-way CrossfireX, ketiga graphics card tersebut ternyata menawarkan performa gaming hampir tidak berbeda satu sama lain dan kalaupun ada, tergolong kecil. Tentu saja hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dimana PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X dapat menjadi pilihan alternatif jika pengguna menginginkan konfigurasi dua Radeon R9 290X di dalam sistem mereka.

powercolor devil 13 dc r9 290x card 02

Di luar performa gaming yang ditawarkan, PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X ternyata tetap mewarisi sejumlah kendala dari konfigurasi multi-GPU. Salah satunya adalah jika game tidak dapat memanfaatkan kemampuan dari konfigurasi multi-GPU, maka performa yang didapatkan tidak maksimal alias peningkatan performa atas graphics card single-GPU tidak signifikan atau hanya satu GPU saja yang digunakan oleh game tersebut. Tidak hanya itu, tingkat kematangan pengembangan driver graphics card juga menentukan apakah game dapat memanfaatkan kemampuan yang ditawarkan konfigurasi multi-GPU seperti PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X.

Memiliki performa gaming performa gaming mirip dengan Radeon R9 295X2, hal berbeda justru terjadi di sektor temperatur kerja dan konsumsi daya. Penggunaan sistem pendingin tipe air cooling membuat PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X memiliki temperatur kerja tidak serendah Radeon R9 295X2 dengan sistem pendingin tipe liquid cooling. Hal tersebut memang wajar terjadi mengingat liquid cooling biasanya memiliki kemampuan mendinginkan lebih baik. Walaupun begitu sistem pendingin PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X patut diacungi jempol dengan kemampuannya dalam mendinginkan dua chip GPU Hawaii XT dengan perbedaan temperatur kerja hanya sekitar 15 °C dengan Radeon R9 295X2.

Sementara itu di sektor konsumsi daya, PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X ternyata membuat sistem kami mengonsumsi daya hampir mendekati 1000 Watt atau sekitar 155 Watt lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan Radeon R9 295X2. Akan tetapi perlu diingat, perbedaan konsumsi daya tersebut ternyata tidak sesignifikan yang dibayangkan akibat hadirnya konektor daya PCIe dua kali lipat lebih banyak dibandingkan yang digunakan Radeon R9 295X2. Tidak hanya itu, PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X tidak mengharuskan penggunaan power supply dengan konektor daya PCIe 8-pin dengan kemampuan memberikan asupan sebesar 28 A seperti yang dibutuhkan Radeon R9 295X2 sehingga memudahkan pemilihan model power supply.

powercolor devil 13 dc r9 290x

Dengan kisaran harga jual $1599 memang menempatkan PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X sebagai graphics card gaming kelas premium. Walaupun begitu dengan performa gaming setara dengan Radeon R9 295X2 dan hadirnya bonus spesial berupa wireless gaming mouse Razer Ouroboros senilai $149, harga tersebut tergolong cukup sepadan. Terlebih PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X dapat menjadi pilihan alternatif dan satu-satunya selain Radeon R9 295X2, jika menginginkan graphics card dual-GPU Hawaii XT dengan sistem pendingin tipe air cooling. Jika Anda menginginkan graphics card AMD terkuat sekaligus terbaik berada di PC gaming Anda, PowerColor Devil 13 Dual Core R9 290X merupakan salah satu graphics card yang Anda tunggu selama ini.

  • (+) VGA single card terkencang untuk gaming secara umum. Bahkan unggul tipis dari R9-295X2
  • (+) Menggunakan pendingin udara (HSF), instalasi dalam case menjadi lebih mudah
  • (+) Suhu kerja masih berada di bawah R9-290X standar (single GPU)
  • (+) Konektor daya dengan jumlah banyak, mempermudah pilihan PSU
  • (+) Bonus berlimpah dalam paket penjualan, termasuk sebuah mouse Razer Ouroboros senilai US$149
  • (-) Konsumsi daya sedikit lebih tinggi dibandingkan R9-295X2
  • (-) Suhu sedikit lebih tinggi dibandingkan R9-295X2
  • (-) Konsumsi daya sedikit lebih tinggi dibandingkan R9-295X2
  • (-) Berat. Pastikan menggunakan PowerJack saat menggunakan graphics card ini
  • (-) Meski kebisingan kipasnya lebih baik dibandingkan R9-290X standar, namun dibandingkan watercooling pada 295X2, Devil13 ini masih sedikit lebih berisik
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…

Gaming

April 3, 2026 - 0

Shift Up Resmi Akuisisi Studio Milik Shinji Mikami, Unbound

Kreator Stellar Blade, Shift Up, resmi akuisisi penuh studio Unbound…
April 3, 2026 - 0

ARC Raiders Perbaiki Masalah “Late Spawn” Melalui Update Flashpoint

Setelah sekian lama menjadi keluhan pemain, ARC Raiders akhirnya perbaiki…
April 3, 2026 - 0

Rumor: Steam Deck 2 Diklaim Rilis 2028 Oleh Tech Insider

Valve dikabarkan menargetkan rilis Steam Deck 2 pada 2028, tetapi…
April 2, 2026 - 0

Patent Kontroversial Pokemon Milik Nintendo Ditolak Kantor Patent Amerika

Setelah cukup lama diproses, patent kontroversial Nintendo terkait summon monster…