Turki Cabut Larangan Akses YouTube

Author
Cerira
Reading time:
June 7, 2014

Setelah pada akhir Maret lalu pemerintah Turki melakukan langkah kontroversional yakni dengan mengumumkan larangan akses YouTube di negara tersebut, akhirnya kemarin pemerintah mencabut larangan tersebut. Kini penduduk Turki bisa kembali mengakses situs streaming video paling populer tersebut seperti biasa.

youtube

Pemerintah Turki melarang akses ke situs streaming video tersebut setelah munculnya video rekaman audio dari rapat tertutup yang dilakukan Menteri Luar Negeri Turki, kepala badan intelijen, pejabat tinggi militer serta Kementrian Luar Negeri Turki. Keempat orang tersebut diduga tengah mendiskusikan rencana intervensi ke negara tetangga mereka, Suriah, meskipun konteks pembicaraan mereka itu jelas. Pelarangan tersebut menyusul ancaman Erdogan untuk menutup Twitter yang banyak memposting rekaman tuduhan korupsi terhadap pemerintah, namun untuk akses ke Twitter sendiri sudah lebih dulu dibuka oleh pemerintah.

Banyak sekutu utama, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang mengkritik keputusan pemerintah untuk memblokir YouTube dan Twitter tersebut. Hal ini dianggap sebagai pengekangan kebebasan berbicara dan kemunduran dalam demokrasi Turki. Namun situs otoritas telekomunikasi Turki beralasan bahwa setelah melakukan analisa teknis dan pertimbangan hukum, mereka harus mengambil tindakan administratif terkait dengan website YouTube.com.

Pemblokiran yang dilakukan pemerintah sekitar dua bulan yang lalu tersebut berada di bawah undang-undang resmi atas dorongan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Namun minggu lalu pengadilan tinggi Turki menyampaikan ke Reuters bahwa undang-undang yang digunakan untuk memblokir YouTube tersebut tidak konstitusional dan merupakan pelanggaran terhadap hukum kebebasan berbicara dari negara tersebut. Akhirnya, diputuskan bahwa YouTube sudah bisa diakses kembali oleh warganya.

Pemblokiran video itu terjadi saat pemilihan baru dari Perdana Menteri Turki yang berhasil dimenangkan oleh Erdogan. Entah apa reaksi yang akan diberikan warga Turki setelah mengetahui keterlibatan Erdogan dalam aksi blokir YouTube beberapa bulan yang lalu. Mungkin akan segera bermunculan video-video protes yang akan ditayangkan di YouTube tentang protes tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 12, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Janjikan Karakter Protagonis Yang Lebih Kuat

Evie, protagonis baru untuk Stellar Blade: Blood Rain, dipastikan Shift…
June 12, 2026 - 0

Gears of War: E-Day Siapkan Campaign Dengan Durasi Terpanjang

The Coalition memastikan campaign di Gears of War: E-Day akan…
June 12, 2026 - 0

Roblox Diklaim Ingin “Jalan Damai” Untuk Ratusan Gugatan Keamanan Anak

Roblox diklaim ingin selesaikan lebih dari 150 gugatan terkait dugaan…
June 12, 2026 - 0

Xbox Kaji Ulang Strategi Console Next-Gen Mereka

Xbox sedang mengevaluasi kembali pendekatan untuk Project Helix, dengan faktor…