Microsoft Tutup Xbox Entertainment Studios

Banyak hal yang dilakukan Microsoft untuk merombak kondisi perusahaan di bawah kepemimpinan baru, Satya Nadella. Selain melakukan perubahan besar-besaran pada divisi mobile — khususnya setelah akuisisinya terhadap Nokia– Microsoft juga akan merombak beberapa layanan yang dimilikinya.
Yang terbaru, perusahaan software raksasa tersebut akan menutup Xbox Ententertainment Studios (XES) yang merupakan divisi di Microsoft yang fokus pada programming di salah satu konsol game andalannya, Xbox.
Dalam pernyataannya yang dimuat di GameSpot, Microsoft mengurai rencananya untuk merampingkan sejumlah portfolio dan usaha pengembangan rekayasa yang terkait dengan Xbox, termasuk menutup XES dalam waktu dekat. Nampaknya bisnis Xbox ikut terpengaruh oleh PHK besar-besaran yang dilakukan Microsoft baru-baru ini karena pada XES sendiri terdapat 200 karyawan yang dirumahkan.
Namun disebutkan bahwa sejumlah karyawan marketing Xbox termasuk Direktur Utama, Nancy Tellem dan Wakil Dirut Eksekutif, Jordan Levin tetap dipertahankan dan berkomitmen untuk meneruskan programming asli yang sudah dalam tahap produksi.

Salah satu proyek yang masih dijalankan di XES adalah proyek Halo. Menurut Microsoft, proyek tersebut tidak akan terpengaruh dengan penutupan ini dan terus berlanjut seperti biasa. Proyek Halo pun tetap berlanjut dengan 343 industri dan hal-hal yang terkait dengan aplikasi hiburan juga kemampuan menonton TV melalui Xbox One. Kedepannya, nampaknya Microsoft tetap melanjutkan mengerjakan programing asli untuk konsol Xbox namun berjalan dalam skala yang lebih kecil.















