Akhirnya Penjualan Notebook Dapat Lampaui Tablet
Penjualan notebook pada pertengahan tahun ini mulai menunjukkan hasil positif dan berbanding kontras dengan pasar tablet. Padahal selama dua tahun terakhir ini, yang terjadi justru selalu sebaliknya.

Sebuah laporan pasar teknologi terbaru dari Canalys mengungkapkan, pengiriman notebook ke seluruh dunia pada kuartal kedua tahun ini telah melonjak menjadi 49,1 juta unit. Sementara penjualan perangkat tablet turun sekitar lima persen menjadi 48,4 juta unit. Menurut Canalys, untuk pertama kalinya sejak kuartal ketiga 2013 lalu, pengiriman notebook telah melampaui tablet.
Secara pangsa pasar notebook dari keseluruhan vendor, Lenovo masih terus memimpin di tempat pertama, lalu diikuti, Hewlett-Packard, Dell, dan Apple. Yang cukup mengejutkan, Samsung berada di tempat ke lima karena ditopang penjualan Chromebook di negara maju.
Canalys menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat pasar notebook mulai membaik. Pertama, banyak pengguna notebook lawas yang masih memakai Windows XP mulai membeli laptop baru dengan OS Windows 8/8.1. Masa “back-to-school” membuat banyak pelajar atau mahasiswa baru berbondong-bondong ke toko komputer untuk beli notebook. Ketiga, kehadiran prosesor Intel Bay Trail dan turunnya harga komponen layar sentuh, membuat harga jual notebook jadi lebih murah.
Dalam hal pangsa pasar tablet, Apple dan Samsung masih terus memimpin, namun dengan hasil negatif. Keduanya menyumbang 46 persen dari penjualan tablet di seluruh dunia, sehingga mempengaruhi cukup besar pasar tablet keseluruhan. Dari semua kawasan yang ada, hanya Amerika Serikat saja yang menunjukkan hasil positif, sementara hampir semua kawasan, seperti Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Pasifik menunjukkan perlemahan.
“Sebuah kemunduran dalam inovasi yang cepat, menciptakan masalah bagi vendor tablet. Pasar tablet dengan cepat menemukan dirinya dalam posisi yang sama dengan pasar notebook beberapa tahun yang lalu, yakni dengan peningkatan minimal dalam kinerja hardware maka akan membentuk argumen agar konsumen melakukan upgrade. Namun, ketika mempertimbangkan tugas paling umum yang bisa dikerjakan tablet, kebutuhan yang lebih berat jadi tidak jelas, (karena konsumen lebih memilih notebook)” kata Tim Couling, analis senior di Canalys.












