Chromebook Makin Diminati di Negara Maju
Chromebook, perangkat notebook dengan sistem operasi Chrome OS makin diminati di kawasan negara maju, khususnya Amerika Serikat dan Kanada. Penjualan Chromebook memang belum sebanding dengan notebook berbasis Windows maupun Mac. Namun menurut analis, tingkat pertumbuhannya paling cepat dibanding platform PC manapun.

Gartner, periset pasar teknologi ternama memproyeksikan, penjualan Chromebook hingga akhir tahun nanti bakal mencapai 5,4 juta unit. Angka tersebut meningkat 79 persen dibanding 2013 lalu. Pertumbuhan tak berhenti sampai tahun ini saja. Diperkirakan 2017 mendatang, penjualan Chromebook bakal meningkat lagi hampir tiga kali lipat menjadi 14,4 juta unit.
Analis senior di Gartner, Isabelle Durand menjelaskan, permintaan kuat pasar Chromebook saat ini dan di masa yang akan datang bakal didorong oleh sektor pendidikan. Pelajar sekolah dan mahasiswa setidaknya menyumbang hampir 85 persen penjualan Chromebook saat ini.
Terlebih, muncul perilaku konsumen baru bahwa Chromebook menjadi pilihan alternatif dibanding notebook karena masalah harga yang lebih murah. “Sekarang, pasar PC tidak lagi tumbuh dengan kuat, sementara vendor sedang mencari alternatif baru. Mereka meluncurkan Chromebook guna menghidupkan kembali minat PC portabel di sub-harga US$ 300,” ujarnya.
Beberapa vendor yang sudah mulai fokus terhadap pasar Chromebook, menurut Gartner, antara lain Acer, Samsung, Lenovo, dan HP. Dari keempat vendor tersebut, Samsung memimpin pasar Chromebook, lalu dikuti Acer, HP, dan Lenovo.
Pasar Chromebook lebih cocok ditujukan untuk kawasan negara maju yang notabene didukung oleh koneksi internet cepat. Sebab, hampir semua aplikasi yang ada Chromebook berbasis web atau cloud computing.
“Membuat Chromebook lebih kompetitif tidak hanya masalah hardware dan harga. Namun apa yang paling penting adalah menunjukkan bagaimana arsitektur perangkat berbasis cloud dapat memberikan keuntungan yang baik bagi pengguna,” kata Durand.

















