Hands-on Review: Overclock Pentium G3258 dengan MSI H81M-E33

Spesifikasi Testbed

H81ME33_testbed

Berikut ini hardware yang digunakan dalam pengujian:

  • Prosesor: Intel Pentium G3258 Anniversary Edition
  • Motherboard: MSI H81M-E33, BIOS v6.6 Official
  • RAM: Kingston ValueRam(KVR) DDR3-1333 2x 2GB (total 4GB)
  • VGA: Integrated – Intel HD Graphics
  • SSD: Kingston HyperX 3K 120GB
  • PSU: Corsair CX 500W
  • HSF: Intel Stock Cooling
  • OS: Windows 7 64-bit SP1

Di pengujian ini, kami memasangkan beberapa hardware yang ‘tidak biasa’ kami gunakan untuk menyesuaikan PC ini dengan kelasnya, yakni kelas midrange ke bawah. Berikut penjelasannya:

– RAM Kingston KVR DDR3-1333 2 x 2GB digunakan untuk menggambarkan RAM kelas value yang dipilih pengguna dengan dana terbatas. Kecepatan DDR3-1333 tidak akan menjadi masalah pada penggunaan prosesor kelas Pentium G3258 karena Prosesor Pentium pada motherboard berchipset selain Z-series hanya akan memiliki opsi penggunaan RAM DDR3-1333 atau  DDR3-1400.

Intel HD Graphics merupakan Integrated Graphics(IGP)/ Kartu Grafis terintegrasi yang terdapat pada G3258. Dibanding kebanyakan kartu grafis add-on, kemampuan IGP Intel HD Graphics memang terbatas. Namun demikian, GPU gratis yang tertanam pada prosesor tersebut bisa di-overclock juga, dan berpotensi memberi performa yang lumayan, setidaknya untuk bermain game 3D ringan.

– Awalnya kami ingin menggunakan hanya HDD (bukan SSD), tetapi pengujian dengan HDD selalu membuat kami harus mengulang banyak sekali tes karena variasi setiap run yang besar. Untuk itu, kami terpaksa menggunakan SSD untuk menjaga supaya hasil tes tidak terlalu jauh bervariasi (dan menjaga ‘kewarasan’ reviewer-nya! :p)

Intel Stock Cooling(HSF) yang diberikan secara cuma-cuma sudah cukup memadai untuk meng-overclock Pentium G3258, sehingga kami tidak akan menggunakan cooler 3rd party di praktik overclocking ini

Berikut screenshot spesifikasi sistem lengkap kami dalam keadaan default, seperti yang dilaporkan CPU-Z dan GPU-Z:

Summary_default
*klik untuk memperbesar*

 

Start Overclock!

Sekarang, kami akan membeberkan setting yang kami gunakan dalam pengujian ini langkah demi langkah. Perlu dicatat juga bahwa setting yang kami lakukan dibuat berdasarkan apa yang kami uji di lab, hasil Anda bisa saja berbeda. Semua setting voltase yang ada disini masih masuk taraf aman dan bisa diaplikasikan sehari-hari.

 

Memilih Prosesor – Yang terburuk dari 10

Sebelum pengujian temperatur dilakukan, kami melakukan uji overclocking singkat pada 10 (sepuluh) CPU yang ada di Lab, dan mencari yang terburuk overclockability-nya. Kami melakukan hal ini supaya hasil overclocking yang kami lakukan dapat setidaknya mencerminkan kemampuan overclocking dari kebanyakan prosesor Pentium G3258 di luar sana, bahkan yang memiliki oc-ability terburuk sekalipun.

DSC09867s

Setelah menguji semua CPU, kami mendapati bahwa semua prosesor kami bisa berjalan pada clock 4200-4300 Mhz, yang berbeda adalah kebutuhan tegangan (VCore)-nya. Prosesor paling buruk di tempat kami bisa menjalankan uji stabilitas pada clock 4300 MHz, dan membutuhkan VCore 1.25V untuk bisa stabil. Ini yang akan menjadi target kecepatan kami.

G3258 4300

Catatan: bagi Anda yang sama sekali baru pada overclocking prosesor Pentium G3258 atau belum pernah melakukan overclocking pada prosesor Intel Haswell sama sekali, kami sangat menyarankan anda membaca artikel Haswell Overclocking Guide kami sebagai referensi.

 

Step-by-step setting 1 : CPU OC

Langkah pertama adalah melakukan overclock pada CPU-nya. Yang kami lakukan di BIOS adalah:

  • Mengubah CPU Ratio menjadi ‘43‘, pastikan CPU Ratio Mode ada pada ‘Dynamic’, dan BUKAN ‘Fixed’.
  • Men-setting CPU Core Voltage menjadi 1.25V

Berikut screenshot BIOSnya *klik untuk memperbesar*:

H81ME33_BIOS_03

Jika Anda menggunakan add-on GPU dan tidak menginginkan overclock IGP-nya, anda bisa men-skip setting ke 2.

 

Step-by-step Setting 2: iGP OC

Jika Anda ingin melakukan overclocking pada IGP, Setting ‘GT Ratio’ pada ‘26‘, ini akan menghasilkan clock IGP sebesar 1300Mhz. Berikut screenshot BIOSnya *klik untuk memperbesar*

H81ME33_BIOS_07

Perlu diketahui, MSI H81M-E33 tidak memberkan opsi tegangan IGP, sehingga overclocking IGP yang bisa dilakukan memang akan terbatas.

 

Step-by-step Setting 3: RAM Optimization

*jika Anda tidak ingin mengubah setting memori, anda bisa mengabaikan step ini*

Performa memori yang tinggi kadang-kadang diperlukan, terutama bagi sistem yang menggunakan IGP. Chipset non-Z series seperti H81 hanya akan memberikan opsi maksimal DDR3-1400 pada Pentium G3258. Jika Anda kurang puas dengan kecepatan DDR3-1333, anda bisa membuat memori anda sedikit lebih optimal dengan melakukan setting seperti dibawah ini:

  • Set DRAM Frequency ke ‘1400Mhz
  • Set DRAM Timing Mode ke ‘Link
  • Masuk ke Advanced DRAM Configuration, set Timing memory manual ke 8-8-8-24-1T(tCL-tRCD-tRP-tRAS-Command Rate)

Berikut ini screenshot BIOSnya *klik untuk memperbesar*:

H81ME33_BIOS_08 H81ME33_BIOS_09 H81ME33_BIOS_10

Perlu dicatat, setting memori kami dilakukan berdasarkan kemampuan memori value kami(Kingston KVR DDR3-1333 2x2GB, menggunakan IC Elpida BDBG). Bisa jadi kemampuan memori Anda berbeda dan bisa mengakomodasi timing lebih ketat (7-7-7-21 1T, atau 6-6-6-18 pada DDR3-1400Mhz). Anda mungkin juga ingin men-setting ‘DRAM Voltage’ ke 1.65V atau ke 1.7V untuk membuat memori anda lebih stabil.

 

System Summary – Overclocked

Berikut ini tampilan yang akan anda dapatkan ketika mengaplikasikan overclocking, seperti yang dilaporkan oleh CPU-Z dan GPU-Z:

*klik untuk memperbesar*
*klik untuk memperbesar*

Catatan: Utility CPU-Z tidak bisa mencatat CPU Voltage dengan benar, sehingga kami menggunakan HWInfo untuk melihat CPU Voltage.

 

Halaman Berikutnya: Stability & Performance Test!

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 13, 2026 - 0

God of War Trilogy Remake Sedang Dalam Pengembangan

State of Play February 2026 umumkan God of War Trilogy…
February 13, 2026 - 0

Konami Reveal Castlevania: Belmont’s Curse, Kembali ke 2.5D Side Scrolling

Setelah sekian lamanya franchise ini tidak rilis game baru, akhirnya…
February 13, 2026 - 0

God of War Sons of Sparta Rilis Mendadak Setelah State of Play February 2026

God of War Sons of Sparta yang selama ini hanya…
February 13, 2026 - 0

Gameplay Silent Hill: Townfall Diperlihatkan Untuk Pertama Kalinya

Setelah bungkam semenjak diumumkan pada 2022, Konami akhirnya perlihatkan gameplay…