Heartbleed Juga Menyerang Cache Memory

Author
Ozal
Reading time:
August 23, 2014

Heartbleed, bug yang seharusnya hanya berdampak pada sistem perangkat lunak web ternyata diketahui juga berimbas pada salah satu komponen hardware komputer, yakni memory. Peneliti dari Universitas Princeton, Amerika Serikat baru-baru ini menemukan masalah baru tersebut.

heartbleed

Kelemahan yang diakibatkan oleh serangan Heartbleed terjadi sistem cache memory dalam komputer. Sistem ini sendiri, tempat di mana data disimpan sementa, sebelum dikirim untuk diproses atau disimpan di storage disk. Salah satu fungsi cache bagi pengguna web, memungkinkan pengguna bisa menyimpan data file website yang di-browsing pengguna, lalu ditampung pada history browser.

Imbas dari kelemahan pada cache memory ini, hacker dapat memanfaatkan serangan heartbleed untuk membaca isi cache komputer targetnya. Dari situ, hacker bisa melihat password dan id apa saja yang biasa digunakan targetnya untuk masuk ke sebuah layanan web penting. Serangan hacker melalui Heartbleed lebih luas dibanding penemuan sebelumnya terkait dampak bug tersebut.

“Banyak orang telah berbicara tentang serangan, namun sangat sedikit orang telah membicarakan tentang solusinya. Hardware masih bisa membocorkan kunci rahasia Anda sepanjang waktu. Setiap satu bagian dari hardware yang memiliki cache rentan terhdap saluran cache yang bocor ini,” ujar Ruby Lee, Profesor Teknik di Departemen Teknik Elektro, Universitas Princeton, seperti dikutip dari Computer World.

Sejumlah pembuat hardware, terutama di sektor chip juga sudah menanggapi penemuan dari Lee ini. Kini mereka tengah berupaya melakukan enkripsi data dan kunci yang aman di dalam chip beberapa hardware penting, seperti RAM, storage disk, dan prosesor.

Awalnya, Heartbleed hanya menyerang kelemahan pada library OpenSSL, yakni sebuah sistem untuk mengamankan komunikasi data melalui internet dan jaringan. Sebagai contoh, bila ada server sebuah website atau layanan terkena serangan Heartbleed, maka akun pengguna yang login ke website itu bisa dicuri hacker. Kasus ini bisa menjadi lebih parah apabila Heartbleed menyerang layanan e-banking atau layanan email perusahaan.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…