Intel Kembangkan Wearable untuk Parkinson

Author
Ozal
Reading time:
August 19, 2014

Intel menemukan target pasar yang tepat pada bisnis perangkat wearable mereka. Raksasa chip itu berencana mengaplikasi gadget wearable, seperti jam tangan pintar guna memantau konsisi kesehatan pasien Parkinson.

parkinson

Intel mengatakan, mereka sedang bekerja sama dengan Michael J Fox Foundation sebuah yayasan bagi penderita Parkinson. Keduanya berkolaborasi melakukan sejumlah penelitian tentang penyakit neurodegenerative gangguan otak.

Parkison sendiri merupakan salah satu dari penyakit neurodegenerative terbesar kedua di dunia setelah Alzheimer. Saat ini diperkirakan, ada lebih dari lima juta orang di seluruh dunia didiagnosa menderita Parkinson. Beberapa gejala yang dialami penderita Parkinson ialah gemetaran akut dan melemahnya saraf-saraf yang berhubungan dengan otot. Beberapa tokoh ternama yang diketahui menderita penyakit ini, di antaranya mendiang Robin Williams, Paus Yohanes Paulus II, petinju Muhammad Ali, hingga Adolf Hitler.

Pihak yayasan beranggapan, di masa lalu dan mungkin sat ini, uji klinis terhadap penderita Parkinson masih terlalu ‘subjektif’. Misalnya, seorang pasien merasakan gemetaran selama beberapa menit. Namun pada kenyataannya, gemetaran yang dialami penderita berlangsung tiap hitungan detik. Sehingga nantinya, keberadaan gadget wearable tersebut dapat memberi pengukuran tingkat gejala “frekuensi dan keparahan” efektif yang dialami penderita.

“Dengan semakin banyaknya perangkat semacam ini menekan pasar, kita dapat mengumpulkan pengukuran yang obyektif dan menentukan terapi penyembuhan baru,” ujar Sohini Chowdhury, Wakil Presiden Michael J Fox Foundation, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu, General Manager Big Data Solution Intel, Ron Kasabian mengatakan, analisis big data dan perangkat wearable di bidang kesehatan dapat meraih pangsa pasar yang sedang mengeliat saat ini. Pihaknya bakal mencoba, “mengeksplorasi bagaimana menarik data dari perangkat secara real-time. “Selain itu, kami juga bisa mengumpulkan data untuk meningkatkan penelitian dan lebih memahami perilaku dan perkembangan penyakit.”

 

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 13, 2026 - 0

DLC Starfield Terran Armada Tuai Kritik, Mayoritas Gamer Merasa Kecewa

DLC terbaru untuk Starfield, Terran Armada, justru mendapatkan respons mengecewakan…
April 13, 2026 - 0

Rockstar Games Diklaim Kena Hack & Hacker Ancam Bocorkan Data

Kelompok hacker ShinyHunters mengklaim berhasil membobol keamanan digital di Rockstar…
April 13, 2026 - 0

Road to Vostok Sukses Besar di Early Access Steam

Road to Vostok mereguk kesuksesan besar di Steam dengan 140…
April 13, 2026 - 0

Epic Games Dikabarkan Siapkan Extraction Shooter Baru Bertema Karakter Disney

Epic Games dikabarkan tengah kembangkan extraction shooter bertema Disney, guna…