Perusahaan Game Mobile Korsel Meraup Laba

Author
Ozal
Reading time:
August 14, 2014

Dua perusahaan game mobile terbesar di Korea Selatan, yaitu Com2us dan Gamevil menuai keuntungan besar selama kuartal kedua (April – Juni) pada 2014. Ini berkat kepopuleran game besutan mereka di pasar luar negeri.

game korea

Com2us berhasil meraup pendapatan sebesar 43 miliar won atau setara dengan Rp 485 miliar (1 won setara Rp 11,2) dalam waktu tiga bulan saja. Yang cukup mengejutkan ialah laba Com2us melonjak 754 persen menjadi 17,43 miliar won dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Game turn-based strategy buatan Com2us ini berada di platform iOS dan Android, seperti Summoner’s War atau game memancing Ace Fishing mampu memberikan keuntungan terbesar, baik di pasar domestik maupun luar negeri. Pendapatan Com2us di luar negeri saja mencapai 29,1 miliar won atau melonjak 313 persen.

“Kami telah membuktikan kemampuan pengembangan game kami di pasar game mobile global dan sedang mempersiapkan banyak judul game baru lainnya untuk fans kami di seluruh dunia,” kata Choi Baek-yong, Kepala Keuangan Com2us, seperti dikutip dari Korea Times.

Sementara itu, Gamevil yang terkenal dengan seri Zenonia-nya juga berhasil memecahkan reskor pendapatan. Selama kuartal kedua ini, pendapatan Gamevil melonjak 62 persen menjadi 33,2 miliar won.

korea game

Ke depannya, Gamevil berencana memperluas bisnis di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Cina, dan Jepang dengan kehadiran sejumlah game baru lainnya. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Com2us melalui platform game mobile bernama “Hive” guna menambah basis mereka di luar negeri dan bersaing dengan developer atau publisher kawakan yang sudah ada, seperti Gameloft atau EA Mobile.

Com2us sendiri didirikan pertama kali pada 1998 silam, dan dua tahun berikutnya diikuti Gamevil. Ke duanya telah menjadi perusahaan game mobile terkemuka sejak era Symbian dan game Java. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir sejak kemunculan platform iOS dan Android, keduanya belum mampu melakukan bisnis yang baik di pasar game Android dan iOS akibat ketatnya persaingan dari berbagai perusahaan di negara lain.

Analis dari KDB Securities mengatakan, ada tiga langkah utama pada ke duanya untuk mengejar kesuksesan saat ini. Pertama, menghemat biaya royalti untuk penerbitan game mobile game mereka. Lalu, mereka mendapat margin keuntungan tambahan berkat game yang mereka kembangkan sendiri, namun bukan dari developer pihak ketiga. Dan terakhir yang paling penting adalah target pasar game mereka bukan hanya di Korea Selatan, melainkan di seluruh dunia.

Selain itu, pendapatan keduanya lebih banyak berasal dari konten in-app-purchase. Ini mengingat game yang mereka publikasi di toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store dan iOS App Store adalah gratis untuk di-download dan dengan model free-to-play.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…