Ratusan Ekstensi Berbahaya Ada di Browser Chrome

Author
Ozal
Reading time:
August 24, 2014

Sebuah laporan terbaru menemukan, lebih dari seratus ekstensi berbahaya yang ada di browser Google Chrome. Ekstensi tersebut dapat dimanfaatkan hacker untuk mencuri data penting pengguna Chrome atau dimanfaatkan pengembang untuk kepentingan iklan melalui pelanggaran privasi pengguna.

chrome

Penemuan ini dilakukan oleh sejumlah peneliti keamanan cyber di Amerika Serikat terhadap 48.000 ekstensi browser Chrome. Dari jumlah tersebut, sedikitnya diemukan 130 ekstensi berbahaya. Mereka menggunakan sebuah sistem bernama “Hulk” guna memantau prilaku ekstensi browser saat berinteraksi terhadap website tertentu.

Canggihnya lagi dari ekstensi tersebut, pengguna Chrome tidak akan menyadari, ekstensi yang dipasangnya berbahaya. “Dengan menginstal ekstensi, Anda tidak akan melihat perilaku berbahaya. Namun, Anda perlu mengujungi halaman untuk memicu adanya perilaku berbahaya tersebut,” kata Alexandros Kapravelos, salah seorang peneliti dari Universitas California, seperti dikutip dari Computer World.

Ekstensi berbahaya ini, menurut peneliti, biasanya diunduh dari luar Chrome Web Store alias tidak resmi. Pengguna pun tidak menyadari, ekstensi tak resmi tersebut berpotensi merugikan.

Google pun sudah melakukan tindakan untuk mempersulit pengguna yang menginstal ekstensi dari luar Web Store. Sebagai contoh, salah satu ekstensi populer namun masuk dalam blacklist Google ialah “IDM Integration Module” karena dianggap malware. Ekstensi ini sendiri memudahkan penguna Chrome saat men-download file atau video dari website streaming, lalu terhubung langsung ke aplikasi Internet Download Manager (IDM).

Bila ekstensi IDM tak terpasang, pengguna hanya bisa memanfaatkan fitur download manager bawaan Chrome dengan kecepatan lebih lambat atau sulit mengunduh video dari Youtube, misalnya. Meski begitu, ekstensi tersebut masih bisa terpasang di Chrome, namun dengan sedikit “pengaturan tertentu“.

Biasanya, Google selalu mengidentifikasi  ekstensi baru sebelum dipublikasikan di Chrome Web Store. Kendati demikian, masih ada saja ekstensi berbahaya yang lolos dari identifikasi tersebut, lalu muncul di Web Store.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…

Gaming

April 3, 2026 - 0

Shift Up Resmi Akuisisi Studio Milik Shinji Mikami, Unbound

Kreator Stellar Blade, Shift Up, resmi akuisisi penuh studio Unbound…
April 3, 2026 - 0

ARC Raiders Perbaiki Masalah “Late Spawn” Melalui Update Flashpoint

Setelah sekian lama menjadi keluhan pemain, ARC Raiders akhirnya perbaiki…
April 3, 2026 - 0

Rumor: Steam Deck 2 Diklaim Rilis 2028 Oleh Tech Insider

Valve dikabarkan menargetkan rilis Steam Deck 2 pada 2028, tetapi…
April 2, 2026 - 0

Patent Kontroversial Pokemon Milik Nintendo Ditolak Kantor Patent Amerika

Setelah cukup lama diproses, patent kontroversial Nintendo terkait summon monster…