Sony Sedang Berjuang di Bisnis Smartphone
Tahun lalu, unit bisnis smartphone telah menjadi bisnis elektronik paling menguntungkan bagi Sony. Namun kini, bisnis tersebut malah mendatangkan kerugian cukup besar akibat menurunnya penjualan smartphone Sony.

Sony akhirnya memangkas target penjualan smartphone tahunan dari awalnya 50 juta unit menjadi 43 juta unit. Periode tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, pihaknya hanya berhasil menjual 39 juta unit ponsel dan mendatangkan laba 12,6 miliar yen. Namun belakangan, bisnis ponselnya justru mendatangkan kerugian sebesar 2,7 miliar yen.
Selama kuartal kedua ini, pengiriman global smartphone Sony menurun dari 9,6 juta unit menjadi 9,4 juta unit. Jumlah tersebut menurut data riset pasar dari Counterpoint, hanya mampu menghasilkan pangsa pasar sebesar 3,1 persen.
Sony mengatakan, penjualan smartphone di Amerika Latin sangat lemah. Selain itu, masalah yang tengah dihadapimya adalah kurangnya promosi smartphone Sony melalui sejumlah operator seluler di Amerika Serikat. Di antara empat operator terbesar di AS, hanya T-Mobile saja yang mau menjual smartphone Sony Xperia. Namun pihaknya tengah berupaya mendekati tiga operator lainnnya, seperti Verizon, AT & T, dan Sprint.
Seperti dikutip dari Wall Stret Journal, Sony masih dapat menghasilkan laba bersih sebesar 26,8 miliar yen. Namun keuntungan tersebut bukan ditopang oleh bisnis ponselnya, melainkan melalui konsol video games, baik PlayStation 4, PS Vita, serta bisnis film. Pendapatan Sony juga melonjak 5,8 persen menjadi 1,8 triliun yen.















