Pencipta Aplikasi Mata-Mata StealthGenie Ditangkap dengan Tuduhan Konspirasi dan Spyware Marketing

Author
Cerira
Reading time:
October 2, 2014
hammad-akbar

Hammad Akbar, CEO perusahaan aplikasi bernama InvoCode yang dikenal sebagai pembesut aplikasi mata-mata StealthGenie yang dijual secara online untuk piranti mobile, ditangkap polisi akhir pekan lalu di Los Angeles. Pria asal Pakistan tersebut dituduh melakukan sejumlah kejahatan termasuk konspirasi dan pemasaran spyware melalui aplikasi StealthGenie-nya tersebut.

Dari pernyataan yang dirilis FBI, Akbar yang berusia 31 tahun ini dituduh melakukan sejumlah pelanggaran seperti konspirasi, menjual piranti intersepsi secara diam-diam, mengiklankan piranti intersepsi terkenal dan mengiklankan piranti sebagai piranti intersepsi secara diam-diam. Disebutkan juga dalam tuduhan tersebut bahwa Akbar merupakan pemimpin dari konspirasi kejahatan untuk StealthGenie, sebuah aplikasi yang didesain untuk dijalankan di berbagai platform seperti Android, BlackBerry dan iOS. Aplikasi tersebut diam-diam memotong transmisi kawat dan elektronik, baik yang keluar maupun yang masuk, dari dan ke smartphone yang diinstal dengan aplikasi tersebut. Aplikasi StealthGenie kemudian akan memonitor panggilan, teks, video, lokasi dan komunikasi lain di ponsel ‘tanpa terdeteksi’. Spyware Akbar sendiri dihosting dengan server yang dijalankan oleh Amazon Web Services di Ashburn, Virginia.

sgenielead

Menurut jaksa federal, kasus Akbar ini merupakan pertama kalinya dimana pemerintah menuntut seseorang karena menjual teknologi mata-mata dengan target orang dewasa. Menurut asisten jaksa agung Leslie Caldwell dari Divisi Kriminal Departemen Kehakiman setempat, menjual spyware tak hanya merupakan sebuah  perbuatan yang tercela, namun juga merupakan sebuah kejahatan. Dan aplikasi semacam StealthGenie secara jelas didesain untuk digunakan oleh para mata-mata atau ‘penguntit’ dan pelaku kejahatan domestik yang ingin tahu setiap detail kehidupan pribadi korban, tentunya tanpa sepengetahuan si korban. Divisi Kriminal sendiri berkomitmen untuk menindak orang-orang yang mencari keuntungan dari teknologi yang didesain dan digunakan untuk melakukan invasi yang mengganggu privasi individu lain.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…