Sony: Pengguna akan Lebih Selektif dalam Memilih Kualitas Audio

Reading time:
October 9, 2014
Sony Corporation's head office

Bagi mereka yang mengaku sebagai penikmat audio, kualitas yang mumpuni menjadi syarat utama ketika ingin mendengarkan musik. Untuk memfasilitasi hal itu, banyak dari mereka yang tak segan mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan perangkat pemutar audio yang berkualitas.

Menurut salah satu produsen perangkat audio ternama di dunia, Sony, kedepannya permintaan akan kualitas audio yang lebih tinggi akan terus meningkat. Para pengguna akan lebih teredukasi terkait tipe file musik yang mereka dengarkan, lebih hati-hati dalam memilih file audio yang mereka simpan di perangkat mereka, dan yang paling penting, memilih kualitas dibanding kuantitas. “Tahun ini, kami melihat peningkatan ketertarikan akan High-Resolution Audio (HRA),” tulis Sony dalam sebuah artikel yang di-share ke tim JagatReview.

Menanggapi adanya permintaan pasar tersebut, Sony pun tak mau ketinggalan dan telah menghadirkan produk-produk andalannya, seperti Walkman NWZ-ZX1, UDA-1 USB DAC amplifier dan SS-HA3 high resolution-compatible bookshelf speaker. Ketiganya merupakan jajaran produk yang mendukung HRA. Lalu, seperti apa HRA itu?

Sekadar informasi, HRA menggunakan frekuensi dan bit yang lebih baik dari CD, yaitu sekitar 96kHz atau 192kHz di 24-bit. Format yang biasanya digunakan untuk HRA adalah FLAC dan ALAC. Dua format tersebut memungkinkan audio berukuran lebih kecil namun tetap pada kualitas yang tinggi. Ketika Anda mendengarkan HRA, perbedaan kualitas dengan format MP3 akan sangat terasa. HRA menawarkan detail dan tekstur suara yang lebih baik, serta menghadirkan audio playback yang lebih realistis.

Perlu diketahui bahwa sejatinya format audio dapat dibagi dalam tiga grup. Yang pertama adalah ‘uncompressed audio files’, yaitu data original yang tidak dikompresi sehingga kualitas tetap terjaga namun butuh ruang penyimpanan data yang besar. Beberapa format yang masuk dalam grup ini adalah WAV, AIFF, AU atau raw header-less PCM.

Grup kedua disebut ‘lossless compression’ yang menggunakan algoritma untuk encode data dengan cara tertentu sehingga bisa menghasilkan sebuah format dengan ukuran yang lebih kecil tanpa mengalami penurunan kualitas suara. Yang termasuk dalam grup ini antara lain Free Lossless Audio Codec (FLAC), Monkey’s Audio (APE), True Audio Lossless (TTA), Adaptive Transform Acoustic Coding (ATRAC), Apple Lossless Audio Codec (m4a), Windows Media Audio Lossless (WMA Lossless), dan masih banyak lagi.

Terakhir adalah grup ‘lossy compression’ yang mengorbankan kualitas demi menghasilkan ukuran file yang kecil, seperti MP3, Vorbis, Musepack, AAC, ATRAC, dan WMA lossy. Meski secara kualitas berada di bawah dua grup lainnya, format seperti MP3 memang terbukti masih menjadi salah satu yang paling populer. Bagaimana dengan Anda? Jenis file seperti apa yang biasa Anda gunakan untuk mendengarkan musik?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 19, 2026 - 0

Developer Replaced Bantah Tudingan Gamenya Dibuat Gunakan AI

Kesalahpahaman soal istilah “AI-based” membuat REPLACED dituduh gunakan generative AI,…
April 19, 2026 - 0

ARC Raiders Kembali Buka Pendaftaran Untuk Expedition

ARC Raiders kembali membuka pendaftaran untuk pemain end game yang…
April 17, 2026 - 0

Console Legendaris NeoGeo AES Kembali Dirilis Oleh SNK

SNK bersama Plaion kembali rilis console legendaris NeoGeo AES dengan…
April 17, 2026 - 0

Subnautica 2 Hapus Nama Krafton Dari Kolom Publisher di Steam

Setelah Krafton kalah dalam proses peradilan terkait drama Subnautica 2,…