Tanpa Bisnis Handset, Pendapatan Nokia Meningkat
Nokia yang kini sudah tak lagi berbisnis perangkat mobile, baru saja mengumumkan laporan keuangannya pada kuartal ketiga tahun ini. Dengan tiga bisnis intinya yang sekarang, pemetaaan digital (HERE), infrastruktur telekomunikasi (Nokia Networks), dan lisensi paten (Nokia Technologies), Nokia berhasil mencatatkan kinerja keuangan melebihi perkiraan analis Wall Street.

Di antara ketiga bisnis tersebut, Nokia Network menyumbang paling besar pendapatan Nokia selama periode Juli-September lalu. Pendapatannya meningkat dari 2,6 miliar euro menjadi 2,9 miliar euro. Bisnis tersebut menyediakan teknologi jaringan telekomunikasi yang digunakan operator seluler di berbagai negara, seperti halnya bisnis Huawei, Ericsson, dan ZTE. Kini, Nokia berada di posisi tiga setelah Ericsson dan Huawei.
Sedangkan bisinis di bidang pemetaan atau HERE maps, juga turut menyumbang pendapatan terbesar kedua, yakni 236 juta euro atau meningkat 12 persen dari kuartal ketiga tahun lalu. Layanan pemetaan HERE tersebut kini sudah menjadi multi-platform. Jadi, bukan hanya di perangkat Windows Phone saja, melainkan juga Android, iOS, dan bahkan di sistem navigasi mobil.
Bisnisnya yang ketiga, yakni Nokia Technologies juga mendatangkan pertumbuhan bagi Nokia sebesar 152 juta euro atau meningkat dari 140 juta euro pada kuartal ketiga tahun lalu. Pendapatannya itu disokong oleh lisensi teknologi milik Nokia yang sebagian besar masih digunakan oleh Microsoft.
Sedangkan total laba bersih Nokia dari keseluruhan unit bisnisnya telah melonjak 32 persen menjadi 457 juta euro. Hasil ini juga turut membuat saham Nokia terangkat 2,8 persen menjadi 6,69 euro pada Kamis pekan ini.
Sumber: Nokia












