Big Data Buat Western Digital Tertarik Hadirkan Layanan Data Center
Jika dilihat dari pengalaman yang dimiliki Western Digital (WD) dalam menghadirkan jajaran produk storage, tentunya hal tersebut tak perlu diragukan lagi. Namun, sejak era Big Data makin tumbuh secara signifikan hingga sekarang ini, WD melihat sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan dan siap menghadirkan sebuah solusi dengan menyediakan layanan data center.

Pada hari Rabu (26/11), JagatReview berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan salah satu petinggi dari WD, yaitu Albert Chang yang menjabat sebagai Senior Product Marketing Western Digital, APAC. Pada kesempatan tersebut, Albert sempat mengungkapkan bahwa ada rasa kekhawatiran mengenai pertumbuhan bisnis perangkat storage di pasaran yang mungkin dirasa kurang memuaskan.
Akan tetapi, dengan melihat pertumbuhan Big Data yang semakin meningkat belakangan ini, peluang bisnis dalam menyediakan pengelolaan layanan data center dinilai oleh WD cukup menjanjikan. Menurut Albert, “Pertumbuhan Big Data yang disambut cukup beragam bagi beberapa penyedia layanan, dapat menghabiskan ruang penyimpanan hingga 10 miliar Terabyte, dapatkah Anda bayangkan ada berapa kira-kira jumlah hard disk yang akan digunakan”.
Albert pun menambahkan bahwa, perusahaan yang mengawali bisnis pertamanya dengan menghadirkan perangkat kalkulator pada tahun 1970 itu, memang tengah fokus dalam menyediakan pengelolaan layanan data center-nya tersebut. Bahkan saat ini dikatakan bahwa, WD tengah melakukan pembicaraan kepada Facebook untuk menawarkan solusi layanan tersebut.
“Layanan data center yang WD tawarkan ini, murni hanya menyediakan storage saja dan tidak menggunakan server. Sehingga hal ini dapat memudahkan pelanggan untuk melakukan penggantian kapasitas, bahkan sistem yang ditawarkan oleh WD ini memiliki teknologi yang lebih canggih, aman, serta lebih efisien”, terang Albert.
















