Twitter dan IBM Bekerjasama dalam Analisis Data Bisnis
Twitter dan IBM mengumumkan sebuah kerjasama baru yang sudah direncanakan selama bertahun-tahun. Kedua perusahaan raksasa tersebut mengumumkan akan membantu bisnis skala besar untuk menarik wawasan yang mendalam dari data sosial. Kerjasama tersebut adalah untuk membantu membentuk keputusan bisnis dengan menggunakan data yang dikumpulkan melalui tweet dari seluruh dunia.

Dalam pernyataan resmi kedua perusahaan, disebutkan bahwa ‘Big Blue’ akan membantu bisnis dengan menggunakan data dari Twitter untuk memahami konsumen, bisnis dan tren lainnya. IBM akan membantu bisnis memprediksi tren di pasar dan sentimen konsumen tentang produk dan merek, serta akan melatih 10.000 pekerja untuk berkonsultasi bisnis pada penggunaan terbaik dari data Twitter. Dengan kerjasama ini, klien enterprise kini bisa menyaring data berdasar pada geografi, informasi biografis publik serta emosi yang diekspresikan dalam tweet. Sebelumnya perusahaan menggunakan pihak ketiga semacam Gnip, Datasift dan Dataminr untuk membeli akses ke tweet dan kemudian menjual kembali data ke klien perusahaan.
CEO Twitter Dick Costolo dan CEO IBM Ginni Rometty bekerja bersama-sama secara pribadi dalam kesepakatan tersebut dan Rometty mengumumkan bahwa kerjasama tersebut telah disepakati dalam konferensi IBM beberapa waktu yang lalu. Jika untuk IBM ini merupakan kerjasama yang serupa dengan kerjasama terdahulu dengan Apple untuk menawarkan iPad dan iPhone yang dibenami dengan aplikasi khusus untuk klien enterprise, bagi Twitter kerjasama ini juga merupakan langkah lanjut dari akuisisi yang dilakukannya pada sebuah provider media sosial Gnip awal tahun ini. Chris Moody, vice president strategi data Twitter, yang sebelumnya adalah CEO Gnip, menuliskan dalam blog Twitter tentang kerjasama tersebut dimana disebutkan oleh Moody bahwa keahlian IBM adalah dalam mengintegrasikan sistem yang kompleks serta data untuk membuat keputusan yang lebih baik.
Moody juga menuliskan bahwa hasil dari kerjasama tersebut adalah konsultan yang berafiliasi dengan unit bisnis IBM Global Business Services akan mempelajari tentang bagaimana data Twitter bisa berguna untuk aplikasi bisnis. Selain itu IBM akan bekerja untuk meningkatkan software analisisnya dengan data dari Twitter.
Sementara software analisis data untuk bisnis sudah ada namun Twitter berharap bahwa kerjasama dengan IBM ini akan bisa menarik konsumennya. IBM sendiri berencana untuk menawarkan data Twitter sebagai bagian dari layanan analisis yang dimilikinya melalui komputasi awan termasuk komputasi kognitif. Pada pengembang software juga bisa menggunakan data Twitter dalam aplikasi yang mereka ciptakan menggunakan penawaran Bluemix and Watson Dvelopment Cloud dari IBM.













