600 Karyawan Qualcomm Terpaksa Dirumahkan

Qualcomm selaku produsen semikonduktor yang tengah naik daun dengan jajaran chip mobile ternamanya yang bernama Snapdragon, dikabarkan telah mem-PHK sebanyak 600 karyawan yang terhitung secara global. Hal ini terpaksa dilakukan oleh Qualcomm dikarenakan, perusahaan tersebut akan mulai fokus ke bisnis mereka yang terbaru.
Menurut berita yang kami sadur dari CNET, pemutusan kerja sebanyak 600 karyawan ini dikabarkan berkaitan dengan adanya investigasi yang dilakukan oleh pemerintah China. Pada November 2013 lalu, Qualcomm sempat tersandung masalah dan dituding telah melakukan monopoli atas praktek bisnisnya di China.
Akan tetapi, juru bicara dari Qualcomm menegaskan bahwa, pengurangan karyawan ini murni atas komitmen perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis terbarunya. Pada akhir September lalu, Qualcomm mencatat adanya 31.300 tenaga kerja di Qualcomm yang terdiri dari tenaga kerja full-time, part-time, dan karyawan tidak tetap. Saat ini, kurang dari 300 karyawan asal California sudah dirumahkan oleh Qualcomm.
Juru bicara dari Qualcomm juga turut menegaskan bahwa, CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf dan beberapa petinggi eksekutif lainnya telah bekerja keras dalam menghadapi investigasi yang dilakukan pemerintah China.
Investigasi ini tidak akan mengganggu strategi bisnis yang sudah dirancang, dan perusahaan pun akan terus melakukan evaluasi bisnis secara teratur, dimana perusahaan juga dapat melakukan efisiensi tenaga kerja. Ada beberapa tenaga kerja yang mungkin nantinya akan digabung dengan tim lain dikarenakan adanya penghapusan proyek. Lalu ada pula yang bergabung dengan tim lain untuk mengembangkan proyek-proyek baru dari Qualcomm.
Sebagai bagian dari perubahan ini, pihak Qualcomm dilaporkan sudah melakukan penawaran seperti melakukan pemindahan beberapa karyawan ke area divisi lain. Kemudian diantaranya ada yang menerima pesangon serta paket transisi.














