Penonton TV di AS Mulai Berpaling ke Streaming
Bila stasiun TV dan penyedia layanan saluran TV, baik kabel maupun satelit, tidak bisa lagi menyediakan tayangan yang menarik, maka bukan tidak mungkin, penontonnya bakal berpaling ke media lain, salah satunya adalah layanan streaming. Hal inilah yang sedang terjadi di Amerika Serikat, menurut laporan terbaru Nielsen.

Masyarakat AS semakin banyak yang menonton acara TV dan film di layanan streaming berbayar yang disediakan oleh Netflix, Hulu, ataupun Amazon. CBS dan HBO juga telah mengumumkan layanan streaming mereka, guna mengantisipasi hal ini.
Data menunjukan, sebanyak 45 persen orang Amerika melakukan streaming, setidaknya sebulan sekali. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 53 persen atau setara 175 juta orang pada 2018 mendatang.
Sementara itu dalam hal rata-rata waktu yang dihabiskan setiap bulannya untuk menonton TV juga telah berkurang empat persen menjadi 141 jam per bulan. Sedangkan yang menonton layanan streaming melonjak 60 persen menjadi 11 jam per bulan. Menurut Nielsen, meski penikmat layanan streaming masih lebih sedikit dari TV, namun itu bisa tumbuh dengan cepat dari tahun ke tahun.
Mereka mengakses layanan streaming, tidak lagi sebatas melalui laptop saja, namun juga smartphone dan tablet. Akses internet cepat jaringan 4G pun juga turut berperan penting di industri tersebut.
“Apa yang telah berubah ialah jumlah dan kehandalan media baru yang tersedia untuk penonton,” kata Dounia Turrill, Wakil Presiden Senior Nielsen, seperti dilansir dari Associated Press yang menambahkan, penonton mulai menuntut kualitas dan konten yang diproduksi secara profesional.















