Intel Prediksikan Harga Laptop Bakal Tetap Rendah
Rakasa industri komputer, Intel, memprediksikan harga perangkat laptop murah sepanjang tahun ini masih bisa didapatkan konsumen dengan harga kurang dari US$ 200 atau masih di bawah Rp 2,5 juta.

Hal ini diutarakan langsung oleh CEO Intel, Brian Krzanich. Menurutnya, harga di bawah US$ 200 cenderung bakal bertahan atau bahkan lebih rendah lagi tahun ini. Kondisi ini juga terjadi untuk perangkat PC dekstop ‘branded’.
“Laptop tipis dan ringan bakal memberikan banyak ruang untuk bujet, bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan berfungsi penuh untuk laptop Chrome OS dan Windows yang tersedia untuk harga US$ 199 atau di bawahnya,” kata Krzanich, dikutip dari Computer World.
Ia menambahkan, skema harga laptop murah ini bisa terjadi lantaran permintaan konsumen pada perangkat baru mengalami penurunan lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya, sejumlah produsen kembali merasa optimis dengan pasar PC tahun ini. Pada 2013 lalu, pengiriman global PC sempat anjlok lebih dari 10 persen.
Pada kesempatan yang sama, Ia juga mengungkapkan, penjualan chip untuk laptop, seperti prosesor, telah melonjak 11 persen. Hal ini ditopang oleh penurunan harga jual rata-rata chip untuk laptop sebesar 3 persen. Namun ironisnya, pengiriman chip untuk desktop malah turun sedikit sebesar 1 persen, meski harga jual rata-ratanya tidak berubah.















