Review DeepCool GamerStorm Captain 120: WaterCooling Harga Terjangkau Nan Menarik

Reading time:
January 12, 2015

Hasil Pengujian

Suhu yang tercantum dalam grafik adalah suhu rata-rata dari seluruh core selama benchmark berlangsung dan idle time.

Default (3,8Ghz @1,09 V)

Gamer storm captain 120 default

Pada saat pengujian dengan testbed dalam kondisi default, watercooling  Gamer Storm Captain 120 mampu menahan suhu prosesor Intel Core i5 4670K di kisaran 54 oC atau lebih dingin 24.5 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhunya sudah berada di kisaran 78.5 oC pada saat diberi beban kerja penuh dengan software LinX. Sedangkan pada saat kondisi sistem idle, watercooling ini mampu mendinginkan prosesor pada suhu 27 oC atau lebih dingin 11.25 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhu prosesor-nya berada di 38.25 oC.

Kami juga menyempatkan diri untuk menguji kemampuan pendinginan watercooling ini dengan menggunakan fan pendingin bawaan yang sudah diatur pada kecepatan maksimum melalui pengaturan PWM dari BIOS motherboard. Ternyata, setelah melalui pengujian yang kami lakukan, hanya terdapat sedikit perbedaan suhu pada saat menggunakan konfigurasi kecepatan fan yang diatur secara AUTO dengan kecepatan maksimum untuk kodisi idle maupun full-load. Perbedaan suhu hanya terpaut antara 1~2 oC saja.

Overclock (4,2 Ghz @1,2 V)

Gamer storm captain 120 OC

Ketika pengujian dengan Core i5 4670K dilakukan dalam keadaan prosesor teroverclock, pada kecepatan 4,2 GHz dengan tegangan 1,2 Volt, Gamer Storm Captain 120 ini mampu menahan suhu prosesor di kisaran suhu 63.5 oC atau lebih dingin 33.5oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhunya sudah berada di kisaran 97oC pada saat diberi beban kerja penuh dengan software LinX.

Sedangkan pada saat kondisi sistem idle, watercooling Captain 120 ini mampu mendinginkan prosesor pada suhu 33.75 oC, atau lebih dingin 3 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhu prosesor-nya berada di 36.75 oC pada saat sistem dalam keadaan idle.

Sama seperti sebelumnya, pada pengujian konfigurasi overclocking ini, terdapat sedikit perbedaan suhu pada saat menggunakan konfigurasi kecepatan fan yang diatur secara AUTO dengan kecepatan maksimum untuk kodisi idle maupun full-Load, dimana perbedaan suhu hanya terpaut antara 1~3 oC saja.

DeepCool Captain 120 41
Waterblock Gamer Storm Captain 120 dilengkapi dengan lampu LED

Saat pengujian dengan testbed dalam kondisi default dan teroverclock ini, kami melihat perbedaan performa pendinginan antara watercooling Gamer Storm Captain 120 dengan Intel Stock Heatsink (HSF) yang sangat jauh. Hal ini bisa dianggap wajar untuk sebuah perbandingan kemampuan pendinginan antara sistem yang menggunakan pendingin heatsink standar Intel dengan sistem watercooling AIO. Selain itu, pada saat pengujian dilakukan pada sistem yang berjalan default dengan konfigurasi fan berkecepatan maksimum, suhu idle prosesor pengujian hampir menyamai suhu ambient ruangan pengujian.

Perlu diketahui, sebenarnya tidak mungkin suhu prosesor yang sedang menyala dapat menyamai suhu ambient ruangan. Hal yang terjadi di pengujian ini dikarenakan adanya perbedaan kalibrasi antara sensor thermometer suhu ambient ruang dan sensor pengukuran suhu yang ada pada sistem pengujian.

Dengan memaksa kecepatan fan pendingin radiator berjalan pada kecepatan maksimum, peningkatan performa pendinginan hingga 3 oC memang bisa didapatkan pada sistem watercooling Gamer Storm Captain 120 ini. Hanya saja, peningkatan performa pendinginan dengan cara seperti ini harus dibayar dengan kebisingan yang dikeluarkan oleh fan berkecepatan penuh. Sedangkan pada pengujian kecepatan standar/auto, fan bawaan milik watercooling Gamer Storm Captain ini mampu berkerja dengan cukup sunyi, dimana suara fan ini hanya dapat terdengar jelas pada kondisi ruangan yang benar-benar tidak berisik. Sedangkan pada ruangan tamu/kantor yang dipenuhi orang dan ruangan yang menghadap ke jalanan, suara yang dihasilkan fan bawaan ini akan sulit didengar.

Kesimpulan

DeepCool Captain 120 27

Secara keseluruhan, watercooling ini memiliki performa yang cukup baik dalam menahan suhu prosesor yang telah di-overclock, dimana pendingin ini mampu memberikan performa pendinginan hingga 24.5-33.5 oC lebih baik dibandingkan HSF standar. Hal ini merupakan hal yang wajar, mengingat harga watercooling ini sudah bisa membeli 10 unit heatsink standart prosesor Intel. Jika melihat harga-harga watercooling AIO yang memiliki kelas yang setara dengan watercooling Gamer Storm 120 ini, DeepCool masih membanderol watercooling ini dengan harga yang cukup terjangkau dengan kisaran harga Rp 700 ribu-an. 

Tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh fan bawaan watercooling ini tergolong cukup rendah, dimana suara fan ini hanya dapat terdengar jelas pada kondisi ruangan yang benar-benar sunyi saat beroperasi di mode auto. Suara dari kipas ini baru terdengar ketika beroperasi di kecepatan tertinggi.

Konektor power bawaan yang digunakan oleh pompa Captain 120 ini dirancang seperti layaknya konektor yang digunakan oleh fan pendingin prosesor. Agar pompa dapat berkerja dengan baik, disarankan untuk menggunakan konektor 3-pin motherboard yang tidak dilengkapi dengan fitur PWM atau bisa saja menggunakan konektor 4-pin yang memiliki fitur PWM yang sudah diatur untuk berkerja dengan konfigurasi maksimum.

Kelebihan:

  • Harga terjangkau
  • Manual book yang mudah dimengerti
  • Hiasan selang transparan dengan coolant berwarna merah yang dilengkapi dengan lampu LED.

Kekurangan :

  • Pemasangan yang harus ekstra hati-hati agar tidak mengotori dan merusak thermalpaste bawaan
  • Tidak adanya peringatan agar konektor power pompa harus disambung dengan konektor 3/4-pin fan motherboard berkekuatan penuh/maksimum.

Harga: +- Rp 750.000,00 (Kisaran Harga)

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 18, 2026 - 0

Steam Deck Terancam Kehabisan Stock Akibat Kelangkaan Memory

Akibat krisis kelangkaan memory yang melanda pasar global, Steam Deck…
February 18, 2026 - 0

Update Assassin’s Creed Shadows Tambahkan Fitur Baru: Melompat Manual

Setelah sekian lama, Ubisoft akhirnya kabulkan permintaan pemain Assassin's Creed…
February 18, 2026 - 0

Call of Duty Warzone Mobile Akan Hentikan Layanan Servernya

Activision resmi akan matikan server dari Call of Duty Warzone…
February 18, 2026 - 0

Mewgenics Gantikan Hades II Sebagai Roguelike Dengan Pemain Terbanyak

Mewgenics kembali buktikan kesuksesannya di Steam, dengan kalahkan Hades II…