Review Noctua NH-D15: Mewah, Hening, Dingin
Spesifikasi Testbed + Software

Berikut ini spesifikasi testbed yang kami gunakan dalam review Noctua NH-D15:
- Processor: Core i7-5960X Extreme Edition ‘Haswell-E’, 8 Core 16 Thread
- Memory: G.Skill Ripjaws 4 DDR4-3000C15 4x4GB
- Motherboard: MSI X99S MPOWER
- Graphic card: Galaxy GT 630 ‘Fish’
- Storage: Kingston HyperX 3K 120GB SSD
- Power Supply: Corsair AX1200
- Casing: Corsair Carbide 400R
- Operating System: Windows 7 SP1 64-bit
Mengingat Noctua NH-D15 adalah heatsink dengan spesifikasi tertinggi yang dimiliki Noctua, kami rasa sebuah Core i5-4670K yang biasa kami pakai untuk testbed kurang bisa menguji heatsink ini secara maksimal. Untuk itu kami menggunakan prosesor tertinggi yang ada di lab kami saat ini: Core i7-5960X Extreme Edition, sebuah prosesor 8-core yang dikenal panas saat dioverclock.
Software yang Digunakan
- LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 90% dari total memori(14000 MB).
- Core Temp 1.0 RC5 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian.
- CPU-Z – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai kecepatan sistem yang sedang berjalan.
Metode Pengujian
Berikut metoda yang kami lakukan untuk menguji HSF ini:
- Software stress-test LinX 0.6.4 dijalankan untuk membebani CPU selama kurang lebih 20 menit, dan suhu prosesor dicatat menggunakan fungsi loggin dari software Core Temp 1.0 RC5.
- Suhu saat prosesor menjalankan LinX akan diambil 3(tiga) kali lalu dirata-rata, lalu suhu ini yang nantinya menjadi suhu Full-load.
- Selama pengujian Linx, kami juga akan mencatat suhu maksimal dari setiap core prosesor, dan suhu ini yang nantinya menjadi suhu tertinggi atau suhu Peak.
- Lalu, sistem dibiarkan selama sekitar 5 menit lagi untuk melihat suhu terendahnya, yang akan menjadi suhu idle-nya
- Kami menjaga suhu ruangan pada kisaran 26 C (+ 0.5 C).

Setting Prosesor
Kami akan menjalankan prosesor Core i7-5960X kami pada 2(dua) setting kecepatan, yakni:
1) Default Turbo(Maximum Turbo Ratio 35x): 3.5Ghz, 1.1V VCore

2) Overclocked: 4 Ghz, 1.25V VCore

Selain setting Multiplier CPU dan VCore CPU, semua setting lain kami biarkan pada keadaan DEFAULT(AUTO), lebih tepatnya:
- CPU Ring Frequency tetap di 3 Ghz (AUTO)
- RAM berjalan pada kecepatan DDR4-2133Mhz 15-15-15-35 1.2V
- Semua voltase lain selain VCore dibiarkan dalam keadaan default
Skenario Pengujian
Kami akan membuat tiga skenario untuk menguji heatsink ini.
- Skenario 1 : Pengujian dengan CPU pada keadaan default , Kecepatan Fan NH-D15 dibiarkan Maksimal(1500 RPM)
- Skenario 2: Pengujian dengan CPU pada keadaan overclocked , Kecepatan Fan NH-D15 dibiarkan Maksimal(1500 RPM)
- Skenario 3: Pengujuan Low Noise Adapter(L.N.A). CPU pada keadaan overclocked, kecepatan fan dibatasi oleh adapter LNA.
Pendingin Pembanding
Sebagai perbandingan dengan Noctua NH-D15, kami menyertakan hasil pengujian dua buah pendingin lain, yakni:
1) Intel RTS2011LC AIO Watercooling

Watercooling Intel RTS2011LC ini pertamakali terlihat saat peluncuran prosesor Intel Sandy Bridge-E, dimana Intel tidak lagi mengemas pendingin stock untuk prosesor kelas Enthusiast mereka. Berbekal hanya radiator 120mm, watercooling compact ini bukan watercooling yang terbaik, namun performanya masih cukup untuk menggambarkan performa berbagai macam watercooling murah di luar sana.
2) Noctua NH-D14

NH-D14 dianggap sebagai sebuah ‘legenda’ di kelas Heatsink. Dari peluncurannya tahun 2010 lalu, tidak banyak HSF yang bisa melebihi kemampuan NH-D14 menangani suhu load yang tinggi, terutama saat dipasangkan dengan fan silent yang kecepatannya rendah. Sampai saat ini, heatsink NH-D14 masih menjadi favorit di lab pengujian kami!
Kedua pembanding ini sama-sama menggunakan thermal paste Noctua NT-H1, dan berjalan pada kecepatan maksimumnya.
Nah, mari simak hasil pengujian di halaman berikutnya!














