Review Noctua NH-D15: Mewah, Hening, Dingin

Reading time:
January 21, 2015

Spesifikasi Testbed + Software

NH-D15_46

Berikut ini spesifikasi testbed yang kami gunakan dalam review Noctua NH-D15:

  • Processor: Core i7-5960X Extreme Edition ‘Haswell-E’, 8 Core 16 Thread
  • Memory: G.Skill Ripjaws 4 DDR4-3000C15 4x4GB
  • Motherboard: MSI X99S MPOWER
  • Graphic card: Galaxy GT 630 ‘Fish’
  • Storage: Kingston HyperX 3K 120GB SSD
  • Power Supply: Corsair AX1200
  • Casing: Corsair Carbide 400R
  • Operating System: Windows 7 SP1 64-bit

Mengingat Noctua NH-D15 adalah heatsink dengan spesifikasi tertinggi yang dimiliki Noctua, kami rasa sebuah Core i5-4670K yang biasa kami pakai untuk testbed kurang bisa menguji heatsink ini secara maksimal. Untuk itu kami menggunakan prosesor tertinggi yang ada di lab kami saat ini: Core i7-5960X Extreme Edition, sebuah prosesor 8-core yang dikenal panas saat dioverclock.

Software yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 90% dari total memori(14000 MB).
  • Core Temp 1.0 RC5 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian.
  • CPU-Z  – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai kecepatan sistem yang sedang berjalan.

Metode Pengujian

Berikut metoda yang kami lakukan untuk menguji HSF ini:

  • Software stress-test LinX 0.6.4 dijalankan untuk membebani CPU selama kurang lebih 20 menit, dan suhu prosesor dicatat menggunakan fungsi loggin dari software Core Temp 1.0 RC5.
  • Suhu saat prosesor menjalankan LinX akan diambil 3(tiga) kali lalu dirata-rata, lalu suhu ini yang nantinya menjadi suhu Full-load.
  • Selama pengujian Linx, kami juga akan mencatat suhu maksimal dari setiap core prosesor, dan suhu ini yang nantinya menjadi suhu tertinggi atau suhu Peak.
  • Lalu, sistem dibiarkan selama sekitar 5 menit lagi untuk melihat suhu terendahnya, yang akan menjadi suhu idle-nya
  • Kami menjaga suhu ruangan pada kisaran 26 C (+ 0.5 C).
NH-D15_16

Setting Prosesor

Kami akan menjalankan prosesor Core i7-5960X kami pada 2(dua) setting kecepatan, yakni:

1) Default Turbo(Maximum Turbo Ratio 35x): 3.5Ghz, 1.1V VCore

5960X_DEF

2) Overclocked: 4 Ghz, 1.25V VCore

5960X_OC

Selain setting Multiplier CPU dan VCore CPU, semua setting lain kami biarkan pada keadaan DEFAULT(AUTO), lebih tepatnya:

  • CPU Ring Frequency tetap di 3 Ghz (AUTO)
  • RAM berjalan pada kecepatan DDR4-2133Mhz 15-15-15-35 1.2V
  • Semua voltase lain selain VCore dibiarkan dalam keadaan default

Skenario Pengujian

Kami akan membuat tiga skenario untuk menguji heatsink ini.

  • Skenario 1 : Pengujian dengan CPU pada keadaan default , Kecepatan Fan NH-D15 dibiarkan Maksimal(1500 RPM)
  • Skenario 2: Pengujian dengan CPU pada keadaan overclocked , Kecepatan Fan NH-D15 dibiarkan Maksimal(1500 RPM)
  • Skenario 3: Pengujuan Low Noise Adapter(L.N.A). CPU pada keadaan overclocked, kecepatan fan dibatasi oleh adapter LNA.

Pendingin Pembanding

Sebagai perbandingan dengan Noctua NH-D15, kami menyertakan hasil pengujian dua buah pendingin lain, yakni:

1) Intel RTS2011LC AIO Watercooling

NH-D15_01

Watercooling Intel RTS2011LC ini pertamakali terlihat saat peluncuran prosesor Intel Sandy Bridge-E, dimana Intel tidak lagi mengemas pendingin stock untuk prosesor kelas Enthusiast mereka. Berbekal hanya radiator 120mm, watercooling compact ini bukan watercooling yang terbaik, namun performanya masih cukup untuk menggambarkan performa berbagai macam watercooling murah di luar sana.

2) Noctua NH-D14

NH-D15_47

NH-D14 dianggap sebagai sebuah ‘legenda’ di kelas Heatsink. Dari peluncurannya tahun 2010 lalu, tidak banyak HSF yang bisa melebihi kemampuan NH-D14 menangani suhu load yang tinggi, terutama saat dipasangkan dengan fan silent yang kecepatannya rendah. Sampai saat ini, heatsink NH-D14 masih menjadi favorit di lab pengujian kami!

Kedua pembanding ini sama-sama menggunakan thermal paste Noctua NT-H1, dan berjalan pada kecepatan maksimumnya.

Nah, mari simak hasil pengujian di halaman berikutnya!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Bodi ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026 Form Factor Clamshell Material…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Bodi Form Factor Clamshell tapi dengan engsel layar yang bisa…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…